Oktober 02, 2010

MUSIK KERONCONG



MAWAR SEKUNTUM ~ Tuty Tri Sedya


Keroncong adalah sejenis musik Indonesia yang memiliki hubungan historis dengan sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado. Sejarah keroncong di Indonesia dapat ditarik hingga akhir abad ke-16, di saat kekuatan Portugis mulai melemah di Nusantara. Keroncong berawal dari musik yang dimainkan para budak dan opsir Portugis dari daratan India (Goa) serta Maluku. Bentuk awal musik ini disebut moresco.

Sejarah Keroncong

Keroncong dikatakan bermula di Pulau Jawa pada abad ke-16 sewaktu pengaruh Portugis mula bertapak di kawasan Tenggara Asia. Ketika itu, seni muzik gamelan digemari di seluruh Pulau Jawa. Alat-alat muzik Barat telah digunakan untuk memainkan lagu-lagu daerah termasuk gamelan.

Proses penyesuaian ini mengambil masa yang lama. Hasilnya seni muzik keroncong menjadi sempurna pada akhir abad ke-19. Namun begitu corak muzik keroncong ini berubah dari semasa ke semasa.

Bentuk seni keroncong dengan seni muzik gamelan mempunyai beberapa aspek yang hampir sama misalnya rentak dan bentuk melodinya. Muzik gamelan dimainkan dengan cara yang teratur, tetapi muzik keroncong dapat ditokok tambah mengikut perasaan pemain-pemainnya. Alat melodi dan bentuk suara yang digunakan dalam persembahan keroncong juga lebih luas.

Antara alat muzik keroncong ialah biola, seruling, gitar, cello, double-bass, cak, keroncongHawaii, akordian atau vibrofon. mungkin menambah alat-alat lain seperti alat gitar

Muzik keroncong berkembang ke Malaysia dengan kedatangan orang-orang Jawa pada awal abad ke-20. Dikalangan kaum Baba dan Nyonya, lagu keroncong sangat digemari. Di Indonesia, ramai keturunan Cina yang meminati lagu keroncong dan ada antara mereka yang menjadi pencipta terkenal.

Dalam tahun lima puluhan, di negeri Johor khasnya di Johor Bahru telah wujud beberapa buah kumpulan muzik keroncong seperti ‘Suara Timur Keroncong Orkes’ di Kampung Stulang Darat, ‘Pepat Keroncong Party’ di Kampung Tambatan dan Mohd. Amin Johor Bahru, dan ‘Mawar Puteh Keroncong Party’ di Kampung Chik Ami Ngee Heng yang diketui oleh Encik Omar bin Abu Samah.

Pada ketika itu, muzik keroncong biasanya dipersembahkan di majlis jamuan atau pesta. Kini keroncong telah mula bertukar corak, sesuai dengan peredaran masa dan selera terutama cara persembahannya. Gubahan muzik keroncong dibuat untuk permainan pancaragam (orkestra) dan kumpulan gitar rancak.

Tokoh-Tokoh Keroncong

1. Buaya Keroncong

Salah satu tokoh Indonesia yang memiliki kontribusi cukup besar dalam membesarkan musik keroncong adalah bapak Gesang. Lelaki asal kota Surakarta (Solo) ini bahkan mendapatkan santunan setiap tahun dari pemerintah Jepang karena berhasil memperkenalkan musik keroncong di sana. Salah satu lagunya yang paling terkenal adalah Bengawan Solo. Lantaran pengabdiannya itulah, oleh Gesang dijuluki "Buaya keroncong" oleh insan keroncong Indonesia, sebutan untuk pakar musik keroncong.
Asal muasal sebutan itu berkisar pada lagu ciptaannya, Bengawan Solo. Bengawan Solo adalah nama sungai yang berada di wilayah Surakarta. Seperti diketahui, buaya memiliki habitat di rawa dan sungai. Reptil terbesar itu di habitanya nyaris tak terkalahkan, karena menjadi pemangsa yang ganas. Nah kira-kira pengandaian semacam itulah yang mendasari mengapa Gesang disebut sebagai "Buaya Keroncong"

2. Imam D. Kamus

Awalnya ia adalah anak band beraliran musik punk. Sambil menenteng biolanya, ia memainkan musik sebagai kesenangan pribadi saja. Mengembara dari satu tempat ke tempat lain, dari satu pelukan jenis musik ke jenis lainnya. Semuanya demi memuaskan keinginan. Kesenangannya pada keroncong, mendorong Imam mendirikan beberapa orkes. Pada 1994, bersama kawan-kawannya di Gelanggang Seni Sastra dan Film (GSSTF) Unpad, ia mendirikan Orkes Keroncong Rindu Order. Ketika Rindu Order vakum pada 1998, tak berapa lama ia dan beberapa anak muda mendirikan Sarekat Krontjong (SK).

3. Tony
Tony adalah pemain musik keroncong berbakat tinggi sekaligus pencipta lagu yang handal. Dia juga yang memacu adik-adiknya untuk membawakan lagu ciptaan sendiri. Dia mahir memainkan gitar (melody), keyboard dan piano. Dibandingkan dengan Beatles, dia seperti gabungan antara John Lennon, Paul dan Goerge. Permainan pianonya sangat menonjol dalam lagu-lagunya. Nada-nada yang dipilihnya sederhana, tetapi sangat berperan dalam mempercantik lagu yang dimainkan.

4. Yon
Yon Koeswoyo adalah Vokalis utama Koes Plus ini tidak menonjol dalam bermain musik. Dia hanya memainkan ritem gitar. Tetapi suaranya yang bening menjadi kekuatan lain dari Koes Plus. Dia juga pencipta lagu yang handal. Kebanyakan lagu-lagu Yon adalah lagu bernada sendu,

5. Murry
Dia adalah plus dalam Koes Plus. Dialah satu-satunya anggota Koes Plus yang bukan dari keluarga Koeswoyo. Pukulan drumnya yang khas telah memberi warna tersendiri bagi Koes Plus. Pukulan drumnya mungkin tidak akan terasa bagus kalau dia bermain dengan kelompok lain. Tetapi digabung dengan permainan keyboard Tonny, pukulannya terasa istimewa. Sebagai pemain drum dia tidak hanya pelengkap. Permainan drumnya menjadi ciri khas dari lagu-lagu Koes Plus.

6. Gerard Mosterd

Kegamangan eksistensi Mosterd yang blasteran itu juga masih mewarnai karya ini. Mosterd yang berayah Belanda dan beribu dari Jawa Timur yang dibesarkan di Sumatera Utara itu pernah belajar balet klasik di Royal Conservatory, Den Haag. Namun, dia juga akrab dengan komunitas kesenian Gugum Gumbira sampai Sardono W Kusumo. Titik temu antara Eropa dan Asia itu boleh jadi adalah keroncong. Setidaknya keroncong muncul dalam dua karya Mosterd yang digelar di Jakarta. Tahun lalu, dia memunculkan Keroncong Moritsku. Mosterd memang tak berkesan mencari titik temu atau sintesa gerak Barat-Timur. Tak ada kesan gerak yang cenderung "menjawa" atau sebaliknya. Dia membiarkan dua latar belakang kultural itu berinteraksi secara natural

7. Andjar Any
Tokoh keroncong asal Solo, Andjar Any (66) yang juga pencipta lagu keroncong yang amat produktif, menyatakan tidak sependapat dengan banyak kalangan yang memprihatinkan masa depan musik keroncong. Katanya, munculnya musik campursari yang pada awalnya berangkat dari musik keroncong (asli/langgam), adalah fitrah dari kreativitas dan kebebasan seni untuk senantiasa melakukan pengembangan.

8. Kusbini
Seniman kelahiran 1 Januari 1910 di Desa Kemlagi, Mojokerto, Jawa Timur ini, memulai kariernya bersama Jong Indisce Stryken Tokkel Orkest (Jitso), sebuah kumpulan musik keroncong di Surabaya. Merasa belum puas dengan pengetahuan musik yang didapatnya secara otodidak, Kusbini mengikuti pendidikan musik Apollo di Malang. Sembari belajar, Kusbini yang mendapat julukan ‘buaya keroncong’ dari teman-temannya ini, terus tampil sebagai penyanyi keroncong dan pemain biola pada siaran Nirom dan Cirvo di Surabaya.

Jenis-jenis keroncong

Musik keroncong lebih condong pada irama (progresi chord) dan jenis alat yang digunakan. Sejak pertengahan abad ke-20 telah dikenal paling tidak tiga macam keroncong, yang dapat dikenali dari pola progresi akordnya. Bagi pemusik yang sudah memahami alurnya, mengiringi lagu-lagu keroncong sebenarnya tidaklah susah, sebab cukup menyesuaikan patern yang berlaku. Jika kemudian akan dikembangkan, maka hendaklah tetap menjaga konsistensi patern tersebut.

Keroncong asli

Keroncong asli memiliki bentuk lagu A - B - C. Kebanyakan dibawakan sebanyak dua kuplet utuh (dari atas). Alur chordnya seperti tersusun di bawah ini:

    * | I , , , | I , , , | v , , , | V , , , | II , , , | II , , , | V , , , | V , , , | V , , , | V , , , |
    * | IV , , ,| IV , , ,|IV , , , | V , , , | I , , , | I , , , | V , , , | V , , , | I , , , | IV , V , |
    * | I , , , | IV , V , | I , , ,| I , , , | V , , , | V , , , | I , , ,|

Keroncong asli terkadang juga di awali oleh prospel terlebih dahulu.Prospel adalah seperti intro yang mengarah ke nada/chord awal lagu, yang dilakukan oleh alat musik melodi seperti seruling/flute, biola, atau gitar.

Langgam

Bentuk lagu langgam ada dua versi. Yang pertama A - A - B - A dengan pengulangan dari bagian A kedua. Beda sedikit pada versi kedua, yakni pengulangannya langsung pada bagian B. Meski sudah memiliki bentuk baku, namun pada perkembangannya irama ini lebih bebas diekspresikan. Penyanyi serba bisa Hetty Koes Endang misalnya, dia sering merekam lagu-lagu non keroncong dan langgam menggunakan irama yang sama, dan kebanyakan tetap dinamakan langgam. Alur chord-nya sebagai berikut:

    * | I , , , | IV , V , | I , , , | I , , , | V , , , | I , , , | I , , , |
    * | I , , , | IV , V , | I , , , | I , , , | V , , , | I , , , | I , , , |
    * |IV , , , | IV , V , | I , , , | I , , , | II , , , | II , , , | V , , ,| V , , ,|
    * | I , , , | IV , V , | I , , , | I , , , | V , , , | I , , , | I , , , |

Bentuk adaptasi keroncong terhadap tradisi musik gamelan dikenal sebagai langgam Jawa, yang berbeda dari langgam yang dimaksud di sini. Langgam Jawa memiliki ciri khusus pada penambahan instrumen antara lain siter, kendang (bisa diwakili dengan modifikasi permainan cello ala kendang), saron, dan adanya bawa atau suluk berupa introduksi vokal tanpa instrumen untuk membuka sebelum irama dimulai secara utuh.

Stambul

Stambul merupakan jenis keroncong yang namanya diambil dari bentuk sandiwara yang dikenal pada akhir abad ke-19 hingga paruh awal abad ke-20 di Indonesia dengan nama Komedi stambul. Nama "stambul" diambil dari Istambul di Turki.

Stambul memiliki dua tipe progresi akord yang masing-masing disebut sebagai Stambul I dan Stambul II. Stambul diawali oleh penyanyi itu sendiri, atau intro lagu bukan dari alat musik melainkan dari penyanyi tanpa iringan instrumen terlebih dahulu. Contoh: Stb. Jauh Di Mata, Stb.II Dewa-dewi

Alat-Alat Musik Keroncong

Alat musik yang dipakai dalam orkes keroncong mencakup:
    * Cukulele, gitar akustik kecil berdawai 3 (nylon), urutan nadanya adalah G, B dan E
    * Cak, gitar akustik kecil berdawai 4 (baja), urutan nadanya A, D, Fis, dan B.
Jadi ketika alat musik lainnya memainkan tangga nada C, cak bermain pada tangga nada F (dikenal dengan sebutan In F)
    * Gitar akustik
    * Biola
    * Seruling
    * Flute
    * Double Bass
    * Cello
    * Cuk
    * Bass
    * Akordion
Penjaga ritme dipegang oleh cukulele dan bas. Gitar dan bas mengatur peralihan chord. Biola berfungsi menuntun melodi. Flute merupakan hiasan (ornamen) yang melayang-layang mengisi ruang melodi yang kosong




Kompilasi Lagu Keroncong


Kompilasi Keroncong pilihan Vol 1
Track:
   1. Di bawah Sinar bulan purnama
   2. Tersenyumlah
   3. Gunung gandul
   4. Tittonadi
   5. Senandung bidari
   6. Indonesiaku
   7. Bumi emas tanah airku
   8. Telomoyo
   9. Kemakmuran Indonesia
  10. Sapu tangan
  11. Indahnya Gajah Mungkur

Kompilasi Keroncong pilihan Vol 2
Track:
 1. Lgm. Bengawan Solo (Wiwiek Sriyono)
2. Kr. Moresko (Bram Aceh)
3. Kr. Prasasti Pemuda (Keksi Mulyani)
4. Kr. Si Piatu (Gesang)
5. Kr. Jangan Duka (Narsih Kus)
6. Kr. Tanah Airku (Bram Aceh)
7. Lgm. Pulau Jawa (Keksi Mulyani)
8. Lgm. Dunia Berdamai (Gesang)
9. Kr. Indonesia Membangun (Wiwiek Sriyono)
10. Lgm. Selabintana (Bram Aceh)
11. Lgm. Tepotulodo (Narsih Kus)

Kompilasi Keroncong pilihan Vol 3

Track:
   1. Kr. Sapulidi (M. Rivany)
   2. Kr. Mawar Sekuntum (Tuti Tri Sedya)
   3. Kr. Dewi Murni (Toto Salmon)
   4. Lgm. Rayuan Pulau Kelapa (Waldjinah)
   5. Sabda Alam (Wiwiek Sumbogo)
   6. Rindu Lukisan (M. Rivany)
   7. Jangan Ditanya Kemana Aku Pergi (Tuti Tri Sedya)
   8. Lgm. Pulau Bali (Waldjinah)
   9. Kr. Melati Pesanku (Wiwiek Sumbogo)
  10. Kr. Tangis Sukamto (Toto Salmon

Kompilasi Keroncong pilihan Vol 4

Track:
   1. Lgm. Telaga Sarangan 1950 – Wiwik Sumbogo
   2. Kr. Idaman Seniman 1960 – Toto Salmon
   3. Kr. Romansa 1950 – Waldjinah
   4. Lgm. Sampul Surat 1944 – Wiwik Sumbogo
   5. Kr. Bayangan Kasih 1950 – Toto Salmon
   6. Kr. Sekuntum Bunga Di Puncak Giri 1960 – Waldjinah
   7. Lgm. Sedetik Kesedihan 1980 – Tuti Tri Sedya
   8. Lgm. Solo Di Waktu Malam 1950 – M. Rivani
   9. Lgm. Bengawan Solo 1940 – Toto Salmon
  10. Aryati
  11. Patriot Indonesia

Kompilasi Keroncong pilihan Vol 5

Track:
   1. Khairizal Khaidir – Lgm Mengapa Kau Menangis, 1910
   2. Mamiek Marsudi – Lgm Saputangan, 1941
   3. Rita S – Kr Moresko, 1910
   4. M Rivany – Lgm Kapuk Randu, 1938
   5. Mamiek Marsudi – Lgm Sampul Surat, 1944
   6. Mira Tania – Lgm Sepasang Mata Bola, 1946
   7. Khairizal Khaidir – Kr Rindu Malam, 1950
   8. Rita S – Lgm Jembatan Merah, 1943
   9. M Rivany – Kr Bandar Jakarta, 1950
  10. Khairizal Khaidir – Lgm Kota Solo, 1946

Kompilasi Keroncong pilihan Vol 6

Track:
   1. Tuti Tri Sedya – Lgm Rangkaian Melati, 1940
   2. Rita S – Kr Telomoyo, 1910
   3. M Rivany – Lgm Selendang Sutra, 1946
   4. Mamiek Marsudi – Kr Hasrat Menyala, 1938
   5. Tuti Tri Sedya – Lgm Sangkuriang, 1950
   6. Khairizal Khaidir – Lgm Pahlawan Merdeka, 1945
   7. Rita S – Lgm Satria Sejati, 1938
   8. Khairizal Khaidir – Kr Dewi Murni, 1942
   9. M Rivany – Kr Petir, 1942
  10. Tuti Tri Sedya – Lgm Bunga Anggrek, 1910
  11. Mamiek Marsudi – Kr Gadis Mataram, 1950

Kompilasi Keroncong pilihan Vol 7

Track:
   1. Sri Dian Pertiwi – Bandar Jakarta
   2. Toto Salmon – Lgm Selendang Sutera
   3. Ismanto – Kr Sedap Malam
   4. Sri Widadi – Kr Idaman Hati
   5. Gesang – Luntur
   6. Subardja HS – Kr Air Mata Ibu
   7. Waldjinah – Kr Meratap Hati
   8. Ismanto – Kr Bhakti
   9. Waldjinah – Kr Harapan Jumpa
  10. Al Rizal – Kr Seruanku
  11. Sri Dian Pertiwi – Kr Senandung Bidari

Kompilasi Keroncong pilihan Vol 8

Track:
   1. Lgm Jembatan Merah
   2. Lgm Jakarta Indah
   3. Juwita Malam
   4. STB Jauh di Mata dekat di Hati
   5. Kr Sapu Lidi
   6. Kr Senja Semarang
   7. Lgm Terkenang-Kenang
   8. Kr Gadis Mataram
   9. Kr Setia Janjiku
  10. STB Terkenang

Kompilasi Keroncong pilihan Vol 9

Track:
   1. Lgm. Di Bawah Sinar Bulan Purnama (Sundari Soekotjo)
   2. Kr. Hanya Engkau (Bram Aceh)
   3. Lgm. Putri Solo (Wiwiek Sumbogo)
   4. Kr. Telomoyo (Toto Salmon)
   5. Lgm. Asmara (Waldjinah)
   6. Lgm. Telaga Dewa (M. Rivany)
   7. Kr. Sejak Kita Berpisah (Sri Widadi)
   8. Lgm. Telaga Biru (Bram Aceh)
   9. Lgm. Bengawan Solo (Tuti Maryati)
  10. Kr. Jauh Dimata Dekat Dihati (Ismanto)

Kompilasi Keroncong Pilihan Vol.10

Track:
   1. Lgm. Mawar Biru (Tuti Maryati)
   2. Lgm. Rayuan Pulau Kelapa (M. Rivany)
   3. Kr. Rindu Malam (Waldjinah)
   4. Kr. Tangis Sukamto (Toto Salmon)
   5. Kr. Suci (Sri Widadi)
   6. Kr. Pemuda Dewasa (Tuti Maryati)
   7. Lgm. Keong Emas (Tuti Maryati)
   8. Lgm. Schoon Ver Van You (Bram Aceh)
   9. Lgm. Setangkai Bunga Mawar (Sri Widadi)
  10. Kr. Mis Ribut (M. Rivany)













DOWNLOAD:

Keroncong Pilihan Vol.3
Keroncong Pilihan Vol.4