Desember 14, 2009

Facebook Resmikan Aturan Baru

VIVAnews - Facebook akhirnya meresmikan aturan terbaru mereka seputar kontrol masalah privasi yang telah banyak menuai protes selama beberapa bulan terakhir.

Sebelum meresmikan aturan baru ini, pekan lalu, Mark Zuckerberg, pendiri Facebook mengirimkan surat terbuka pada seluruh 350 juta penggunanya. Ketika itu ia menjanjikan bahwa akan ada perubahan di Facebook.

Intinya, pilihan-pilihan baru yang disediakan akan memungkinkan pengguna mengustomisasi setiap status update ataupun apapun yang mereka post dan upload. Misalnya oleh konten tersebut bisa dilihat dan lain-lain.

“Facebook melakukan transformasi terhadap kemampuan dunia untuk mengontrol informasi secara online dengan mendorong lebih dari 350 juta orang untuk melakukan personalisasi siapa yang bisa melihat setiap konten apapun yang mereka pasang,” kata Elliot Scharge, Vice President of Communications, Public Policy and Marketing Facebook pada keterangan resminya, 10 Desember 2009.

Scharge menyebutkan, pihaknya mendesain Facebook agar orang bisa mengontrol informasi apa yang ingin bagikan pada siapa. “Itu alasan kami mengapa layanan kami menarik perhatian berbagai kelompok pengguna dari seluruh dunia,” kata Scharge. “Pengumuman yang kami lakukan hari ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pengguna,” ucapnya

Adapun perubahan yang paling signifikan yang dilakukan Facebook adalah opsi privacy yang kini tersedia untuk seluruh pengguna setiap kali mereka melakukan update status atau upload foto. Opsi yang ada kini memungkinkan pengguna mengubah konten tersebut apakah dapat dilihat oleh hanya teman, teman dari teman, semua orang, atau kustomisasi sendiri.

Fitur baru lainnya yang disediakan adalah kemampuan untuk membuat daftar teman dan mengelompokkan teman-teman berdasarkan apa yang ingin pengguna bagikan dengan mereka.

Opsi ini memungkinkan pengguna untuk berbagi foto hanya dengan keluarganya, atau membuat opini yang bisa dibaca oleh semua orang. Terakhir, Facebook juga menghapuskan regional network, fitur yang sudah usang untuk sebuah situs dengan 350 juta pengguna.

Sumber info: http://id.news.yahoo.com/viva/20091210/ttc-facebook-resmikan-aturan-baru-078ed6a.html

Desember 06, 2009

Perjalanan Festival Rock Indonesia

Adalah seorang Ong Oen Log, yang dikenal sebagai Log Zhelebour pria tambun kelahiran Surabaya 16 Maret 1959 dibalik sukses terselenggaranya Festival Rock Indonesia sebanyak 11 kali dari tahun 1984 sd 2007. Jangan lihat sosok fisiknya yang tidak ngerock, malah cenderung cuek dengan kaos dan celana pendek, tapi spirit rocknya luarbiasa. Perkenalannya dengan musik rock diawali ketika duduk di bangku SMP. Setelah lulus dari SMA St Louis Surabaya, 1977, baru dia memulai kariernya sebagai promotor pergelaran musik rock, didahului dengan berbagai kegiatan musik disko.

"Saya ingin musik rock tetap hidup dan terus berkembang. Salah satunya caranya dengan mengadakan event-event seperti festival rock," ujar Log. Seperti diungkapkan, awal tujuannya dari penyelenggaraan festival rock ini adalah untuk memberi wadah bagi grup rock pemula yang belum sempat mendapat kesempatan tampil kepermukaan dalam skala nasional. Mereka inilah yang nantinya akan menjadi regenerasi para seniornya untuk meneruskan langkah membawa panji-panji rock Indonesia terus jaya.

Log merintis karier promotornya sejak tahun 1979 dengan menggelar konser grup band kecil hingga menampilkan grup rock papan atas ketika itu, seperti SAS asal Surabaya dengan Super Kid dari Bandung dalam pertunjukan yang diberinya judul Rock Power. Setelah itu berlanjut dengan penyanyi rock wanita Euis Darliah, Sylvia Saartje, Farid Harja & Bani Adam, serta grup Giant Step.

Dengan sebuah mesin tik dan mengendarai sepeda motor Honda, Log berusaha meyakinkan berbagai pihak, termasuk sponsor, tentang usahanya mementaskan musik rock yang waktu itu rawan kerusuhan. Promosi berbagai produk yang waktu itu dilakukan hanya sebatas melalui radio dan spanduk. Sementara TVRI, satu-satunya stasiun televisi, tidak menerima iklan, dan musik rock nyaris tidak menjadi pilihan sebagai program acara

Remy Soetansyah (teman kita juga di MP), yang pernah menjadi juri Festival Rock Indonesia, menyatakan itulah kelebihan Log. Dia bisa melakukan apa yang tidak dilakukan promotor lain. Sesuai dengan namanya, Zhelebour (asal kata selebor, yang bisa berarti semaunya, baik dalam berpakaian, bicara, maupun bertindak), Log memang tidak peduli dengan komentar orang, apa yang dianggapnya baik, dilakukannya. Sepanjang memimpin penyelenggaraan Festival Rock Indonesia, dia tidak berpakaian lain kecuali celana sebatas betis, kaus oblong, dan rompi. Bedanya, kalau dulu dia bersepeda motor Honda bebek, sekarang dengan sedan BMW plus sopir.

Dari berbagai festival musik yang diselenggarakan, mulai dari Festival Lagu Pop Nasional, Lomba Cipta Lagu Prambors, Lomba Cipta Lagu Dangdut, Kontes Band Yamaha, hingga Cipta Pesona Bintang di layar kaca (RCTI), ternyata festival musik rock versi Log Zhelebour yang paling tahan banting. Sementara festival dan lomba yang lainnya berhenti karena berbagai hal, salah satu di antaranya karena ketiadaan sponsor. Demikian juga festival musik rock versi Log Zhelebour, dikenal sebagai Djarum Super Rock Festival. Perusahaan rokok itu mendanainya sebanyak delapan kali (1984, 1985, 1986, 1987, 1989, 1993, 2001, 2004) dari 11 kali penyelenggaraannya, dengan diselingi Gudang Garam (1991 dan 2007) dan stasiun televisi Indosiar (1996).

Festival musik rock versi Log Zhelebour bisa dikatakan adalah ajang musik rock yang paling bergengsi dibanding festival serupa yang pernah diselenggarakan. Sejak pertama kali diadakan, dengan nama Festival Rock se Indonesia mencatat beberapa rekor. Antara lain penyelenggaraannya secara maraton selama 15 jam nonstop, dari jam pukul 10.30 hingga 01.30. Yang kedua diikuti 30 grup rock dari sejumlah kota di tanah air yang berlaga di atas panggung terbesar sepanjang sejarah pertunjukan musik rock di Indonesia waktu itu, 50 X 12 meter.

Log Zhelebour mengawal festival perdananya ini di lapangan sepakbola 10 November, Tambaksari, Surabaya, hari Minggu 14 April 1984, dengan dukungan sound-system Lasika yang melayani para peserta yaitu 30 grup rock dari Jakarta, Bandung, Jawa Timur dan Bali : LCC, Flash Rock, Amara, Grass Rock, Blues Brothers, Full of Shit, Heaven, Literature Rock, Vocation, Leizig, Warrock (konon group ini binaan Ucok Aka), Q Red, Squencer, Heart Breaker, Bom Chankar, Sensitive Band, Mat Bitel, Nickey Astria, D'Ronners, Smallers Band. Harley Angels, 2nd Smile, Jamrock, Bissing, Drop Out dan Elpamas. Mereka membawa sebuah lagu pilihan dan lagu wajib Djarum Super: Oh nikmatnya Djarum Super Filter, oh sedapnya Djarum Super filter, untuk memperebutkan hadiah Rp. 3 juta.

Para juri terdiri dari penyanyi God Bless Achmad Albar, penabuh drum Jelly Tobing, gitaris Ian Antono, pemetik bas Arthur Kaunang, pemain keyboard Abadi Soesman dan seorang wakil dari Depdikbud (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan) memilih Harley Angles dari Bali sebagai juara pertama., LCC (Surabaya, juara dua), Elpamas (Pandaan, juara tiga), 2nd Smile (Jakarta, juara harapan) dan Drop Out (Irian Jaya, juara favorit), Juga dipilih penyanyi terbaik Bambang (Harley Angles), penyanyi terbaik wanita Chetty WS (LCC), pemain bas terbaik Indrawan (Harley Angels), penabuh drum terbaik Budi R (Jamrock, Bandung) dan pemain keyboard terbaik Andy (2nd Smile). Hanya saja kiprah sijuara pertama Harley Angels sampai sekarang tidak pernah muncul kemana mereka, mungkin teman-teman MP ada yang tahu keberadaannya.

Meskipun tidakmasuk final atau menjadi juara, sejumlah pesertanya justru berhasil berkarir dalam industri musik. Salah satu contoh, grup Jamrock (yang sekarang dikenal dengan nama Jamrud) waktu itu hanya masuk final. Mereka terdiri dari Aziz MS (gitar), Ricky Teddy (bas), Agus (dram) dan Oppi (vokal).

Keberhasilan Log dengan festival perdananya tahun 1984 menyebabkan Djarum Super kembali bersedia memberi dukungannya untuk pelaksanaan festival tahun berikutnya, 1985, yang dijuarai grup rock asal Pandaan, Malang, Elpamas. Elpamas yang merupakan kepanjangan "Elek-Elek Arek Pandaan Mas"menelorkan gitaris handal Totok Tewel, yang kemudian banyak bekerjasama dengan berbagai musisi dan grup, antara lain Kantata Takwa pimpinan pengusaha yang suka musik Setiawan Djody. Grup ini beranggota sejumlah pemusik kondang seperti Jockey Soeryoprayogo, Inisistri, Donny Fattah, Iwan Fals, Sawung Jabo dan Rendra tahun 1989 hingga sekarang. Sementara Grass Rock hanya beruntung memperoleh juara III dan Rere memperoleh gelar The Best Drumer.

Baru pada penyelenggaraan Festival Rock Indonesia yang ke III pada tahun 1986, juaranya adalah Grass Rock dari Surabaya, saat itu vokalisnya adalah Zulkarnain. Rere pun kembali menyabet gelar The Best Drumer. Mereka lantas memperoleh kesempatan dari Log Zhelebour untuk mengikuti tur 10 kota untuk mengiringi God Bless. Grup rock Slank juga masuk final, tapi hanya berhasil menjadi juara hiburan.

Tahun berikutnya 1987 pada penyelenggaraan ke IV, giliran Adi Metal Rock Band (Surabaya) sebagai juaranya, sama seperti Harley Angels, Adi Metal Rock Band sampai sekarang tidak tahu rimbanya. Lagu yang sempat hits mereka diantaranya Revolusi Kaisar dan Mereka Menantimu.

Sayangnya penyelenggaraan Festival Rock Indonesia I sd IV, belum dikeluarkan album rekaman 10 finalis Festival Rock Indonesia tersebut, akibatnya penikmat musik kayak kita-kita ini tidak bisa menikmati hasil cipta lagu kesemua finalis tersebut.

Baru pada penyelenggaraan Festival Rock Indonesia ke V Tahun 1989, lewat Logiss Records (Logiss adalah gabungan dua nama, LOG (Log Zhelebour) dan ISS (Iwan Sutadi Sidarta), perusahaan rekaman Log Zhelebour yang bekerjasama dengan Iwan Sutadi Sidarta dengan benderanya Indo Semar Sakti, yang memayung perusahaan rekaman King Records, Billboard, Aruna dan Buletin Intrernasional, mulai merekam 10 lagu finalis yang ke V, dimana juara nya pada saat itu adalah Power Metal (Surabaya), Hendrix Sanada juga terpilih sebagai the best bassist. Lucky Setyo W gitaris Andromedha Rock Band memperoleh The best guitaris. Menariknya saat itu vokalis Power Metal bukan Arul,tetapi adalah Pungky, saat itu Arul juga ikut Festival Rock Indonesia ke V sebagai Vokalis Big Boy (Banjarmasin) dan meraih vokalis terbaik dengan lagunya Polusi Kehidupan. Grup band yang dianggap rival terberat Power Metal saat itu adalah Andromedha (Surabaya), Kaisar (Solo) dan Roxx (Jakarta). Kemenangannya ini sekaligus menjadi awal perjalanan karier Power Metal menembus dunia rekaman.

Pada Festival Rock Indonesia ke VI, yang diadakan tiga tahun kemudian tahun 1991, Log menggandeng Gudang Garam sebagai penyandang dana. Semifinal yang diadakan di Malang dan final di Surabaya, mengusung grup rock Kaisar dari Solo sebagai yang terbaik. Sayangnya Kaisar juga bernasib sama tidak terdengar gaungnya sampai ekarang, padahal lagunya cukup bagus seperti kerangka langit dan garis bintang.

Djarum Super baru kembali mendukung Log pada festival yang ke tujuh dua tahun kemudian yaitu tahun 1993. Grup yang menjuarainya kali ini adalah Andromeda Rock Band dari Surabaya, namun finalnya diselenggarakan di Yogyakarta.

Namun pada tahun 1996, Djarum Super absen dan Log bekerjasama dengan stasiun televisi Indosiar. Festival yang ke delapan ini juaranya adalah grup rock Teaser asal Temanggung.

Setelah itu selama lima tahun festival ini ditiadakan, karena kondisi ekonomi, politik dan sosial negara kita waktu itu. Baru pada tahun 2001 Djarum Super kembali bersedia menjadi pandukung festival yang ke sembilan. Kali ini festival diawali dengan menjaring grup-grup dari setiap propinsi, sehingga tidak heran jika pesertanya berjumlah sampai ratusan grup. Dari semua itu dipilih sebanyak 25 grup untuk masuk ke semifinal dan kemudian 10 grup terbaik bertarung di babak final. Yang mejadi juara kali ini adalah grup U9 dari Kediri.

Dengan sistim yang sama festival musik rock versi Log Zhelebour kembali berlangsung untuk ke 10 kalinya tahun 2004 dan berhasil menjaring 800 grup di 18 propinsi. Untuk ke 10 kali dalam kurun waktu 20 tahun, festival musik rock versi Log Zhelebour berlangsung di Stadion Tambaksari Surabaya, 10-11 Desember 2004. Semifinal pada hari pertama diikuti 25 grup dari 18 propinsi: Sumatera Barat (Cadenza, Pane), Sumatera Utara (Child Band), Nanggroe Aceh Darussalam (Manggots), Sumatera Selatan (Tahta Band, Metafora), Jawa Barat (Ferari, Mujizat), Jawa Tengah (Mr. B), Yogyakarta (Reload), Jawa Timur (The Break, Kobe, Daun), Bali (CTC Band, Big G 256), Sulawesi Selatan (Loe Joe, Indonesia Baru), Sulawesi Utara (Virgin ‘N Untouchable), Sulawesi Tengah (Traxtor), Jakarta (Kanda), Banten (Take Over), Kalimantan Timur (Eldee Cool), Kalimantan Barat (Paris 208), Kalimantan Selatan (Mr. X), dan Kalimantan Tengah (Mario Bross). Setiap grup rata-rata menghabiskan waktu sekitar 15 menit untuk membawa dua lagu (wajib dan pilihan) dan persiapan alat musik. Alhasil penampilan ke 25 grup itu memakan waktu tidak kurang dari enam jam dan total menjadi tujuh ditambah break sholat magrib. Jarum jam menunjukan pukul 23.30 WIB ketika juri mulai bersidang untuk menjaring 10 grup yang pantas masuk final keesokan harinya. Sementara menunggu, band asal Kediri, U9, juara Djarum Super Rock Festival IX mengibur penonton yang kelelahan. Mendekati pukul 01.00 dewan juri yang terdiri Artur Kaunang (musisi), Mel Shandy (penyanyi), Remy Sutansyah si teman kita nih (wartawan), Bens Leo (wartawan), Yoyok (grup Padi), Raymond Ariaz (Power Metal), Arul Efansyah (Power Metal), Jockie Suryoprayogo (musisi), Ian Antono (musisi), dan Hubert Hendri (Boomerang) mengumumkan 10 finalis, yakni Take Over (Banten), Daun Band (Kediri), Mujizat (Bandung), Indonesia Baru (Pinrang), Eldee Cool (Samarinda), Mr X (Banjarmasin), Mr B (Klaten), Kanda Band (Jakarta), Kobe (Sidoarjo) dan Loe Joe (Makasar). Acara yang dimulai pukul 17.00 WIB baru berakhir menjelang pukul 01.00 dini hari.

Ke 10 finalis itu berlaga dihadapan sekitar 15.000 penonton yang memadati Stadion Tambaksari pada malam kedua. Semuanya berusaha. tampil seekspresif mungkin,. Tapi sayang beberapa peserta kelihatan kehabisan stamina dan tidak mampu bermain sebaik ketika di semifinal. Yang menonjol adalah aksi Billy, gitaris Mujizat Band yang mempertontonkan penguasaan alat musik dan lagu yang prima, baik lagu wajib maupun lagu pilihan. Tidak heran jika Billy dan grupnya menjadi pilihan para juri, hingga mampu mengatasi kesembilan grup lainnya.

Para juara Djarum Super Festival Rock Indonesia ke-X di Stadion Tambaksari Surabaya, 10-11 Desember 2004 adalah: Mujizat Band (Bandung, juara 1), Take Over (Banten, juara 2), Loe Joe (Makasar, juara 3), Mr. X (Banjarmasin, juara harapan), Daun Band (Kediri, juara favorit), Kobe (Sidoarjo, best performance), Billy (Mujizat Band, best guitarist), Ewin (Indonesia Baru Band, best drumer), Erwin Way (Mujizat Band, best bassist), Nora (Daun Band, best keyboard) dan Damar (Take Over Band) sebagai penyanyi terbaik.

Pada Festival Rock Indonesia ke XI Tahun 2007, Gudang Garam kembali mensponsori penyelenggaraan event tersebut dan disiarkan langsung oleh Indosiar. Band asal Salatiga, Workstation akhirnya berhasil menjadi jawara GGRC Minggu malam (17/06) di Gelora Bung Karno. Selain menggondol uang tunai 50 juta rupiah Workstation juga mendapat jatah rekaman album dari Log Zhelebour. Juara kedua diambil band CCCC asal Surabaya (Rp 40 juta) dan juara ketiga adalah Yello (Rp 30 juta). Sementara itu Parcel menjadi band favorit lewat polling sms. Sedangkan band dengan best performance diraih band asal Bandung Alas Roban, sementara juara harapan disabet Peacepot.

Desember 04, 2009

Radiografi digital, produk hi-tech dunia dari UGM

Setelah meneliti perangkat kendali sistem radiografi digital selama kurang lebih 16 tahun (sejak 1993) , akhirnya pada 19 Oktober 2009 lalu Tim Riset Fisika Citra Jurusan Fisika FMIPA UGM memperoleh hak paten dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HKI) Departemen Hukum dan HAM pada 19 Oktober 2009 dengan nomor P00200500737 yang berlaku di 130 negara. Setelah jadi pada tahun 2005 alat tersebut didaftarkan hak patennya ke Ditjen HAKI Depkumham. Tapi baru pada 19 Oktober 2009 hak paten itu terbit dengan hak komersial eksklusif selama 20 tahun. “Temuan ini memberi inspirasi bagi masyarakat untuk menggunakannya. Secara komersial dilindungi hukum di wilayah RI, berlaku eksklusif selama 20 tahun,” kata Dr. Gede Bayu Suparta selaku koordinator tim riset kepada wartawan, Kamis (3/12).

Tim riset terdiri dari empat peneliti FMIPA yaitu Gede Bayu Suparta, IK Swakarma, I Putu Dharmayasa, serta I wayan Sudirata. Pengembangan alat itu melalui penambahan beberapa komponen peralatan radiografi yaitu pada generator sinar x, pengubah gambar, serta pada sistem komputerisasinya. Tim telah menyerahkan penemuan patennya kepada UGM untuk dapat dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Dengan penemuan radiografi digital tersebut akan sangat membantu keterbatasan alat kardiografi di puskesmas dan rumah sakit seluruh Indonesia karena selama ini harga alat kardiografi digital mahal sekali sehingga tidak semua tersedia di semua rumah sakit kecuali rumah sakit besar. "Padahal, temuan kardiografi sudah satu abad yang lalu dan Teknologi x-tray sudah tergolong sangat tua yang seharusnya harganya pun lebih murah, tapi kenyataannya masih dipakai juga,” kata Bayu.

Harga alat kardiografi digital yang ada di pasaran internasional saat ini mencapai sekitar 4 miliar rupiah. Dengan ditemukannya alat ini, dengan kualitas yang sama harganya hanya Rp 500 juta (0,5 miliar rupiah) dan masuk kategori produk hi-tech dunia terbaru dari Indonesia. “Bisa menjadi teknologi baru super murah. Bisa menghemat listrik, dosis radiasi rendah, lebih aman. Dengan teknologi terbaru ini hasil rontgen tidak lagi berupa lembaran film karena terekam secara digital sehingga bisa ditampilkan di layar komputer. Keunggulan lainnya, waktu paparan sinar X-nya hanya antara 0,2 - 0,5 detik sehingga mengurangi dampak radiasi. Selain itu dalam sekali paparan (jepretan) bisa menghasilkan 5 - 20 citra digital (gambar).” jelasnya.

Dengan kardiografi digital ini, penggunaan radiografi film dapat ditinggalkan sehingga biaya operasional di rumah sakit bisa ditekan. Lebih dari itu, peralatan radiodiagnostik bahkan dapat dijual dengan murah kepada rumah sakit. Hal itu secara bisnis sangat atraktif karena menurunkan biaya layanan diagnostik kesehatan. Dengan demikian, menurut Bayu, pemerintah bisa membuat standar keuangan untuk biaya radiografi yang lebih terukur dan berpihak pada rakyat kecil. “”Inti dari penemuan ini adalah kami menemukan perangkat kendali sistem radiografi digital. Alat ini yang mengubah teknologi analog menjadi digital, ini satu-satunya di Indonesia. Dengan alat ini tidak ada menggunakan film. Biaya operasional lebih rendah, menggunakan bahan lokal 75 persen,” katanya.

Dijelaskan Bayu bahwa khusus untuk wilayah Indonesia, sistem kardiografi digital yang didukung sistem teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ini dapat dioperasikan hingga ke pelosok wilayah, sepanjang wilayah tersebut memiliki jaringan listrik dan TIK. Melalui mekanisme teleradiologi dan kreativitas layanan, layanan radiologi dapat dibuat sangat efektif dan efisien. Dengan begitu, pasien yang ada di pelosok daerah tidak perlu pergi ke kota untuk keperluan diagnosis medis.

(sumber: ugm )


Desember 03, 2009

Ucok AKA Meninggal Dunia

Penyanyi rock legendaris Ucok 'AKA' Harahap meninggal di Rumah Sakit Dharmo, Surabaya, Jawa Timur, di usia 66 tahun, Kamis (3/12). Ucok meninggal karena menderita kanker paru-paru stadium 4.

“Tadi pagi sekitar jam 05.30 WIB. Sekarang ada di ruang jenazah,” ujar petugas Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Dharmo, (Kompas Interaktif, Kamis 3/12/2009).

Menurut Asisten Pribadi Ucok, Arul, Ucok dibawa dari rumah ke Rumah Sakit Dharmo sekitar pukul 05.00 WIB. “Karena (kanker paru-parunya) kambuh,” ujar Arul. “(Dia) nggak bisa nafas.” Setelah sekitar lima menit masuk Unit Gawat Darurat, nyawa Ucok tidak bisa diselamatkan. Menurut Arul, Ucok sudah enam kali bolak-balik masuk Rumah Sakit Dharmo akibat kanker paru-paru yang dideritanya. Keluarga Ucok seperti istrinya, Sri, saat ini sudah berada di Rumah Sakit.

Ucok Harahap dikenal sebagai vokalis band AKA. AKA pernah menelurkan beberapa album, seperti Do What You Like (1970), Reflections (1971), Crazy Joe (1972), Sky Rider (1973), Cruel Side of Suez War (1974), Mr. Bulldog (1975), Pucuk Kumati (1977), AKA in Rock (1979), The Best of AKA (1979), AKA 20 Golden Hits (1979), dan Puber Kedua (1979).

Grup ini dielukan ketika Ucok menggotong peti mati ke pentas di awal-awal penampilannya. Saat Jakarta Rock Parade pada Juli 2008, usianya yang sudah 69 tahun tidak membuat Ucok kehabisan akal untuk menampilkan atraksi menarik. Ucok tampil dengan membakar dupa dan menggantungkan kaki di atas panggung. Sosok Ucok juga menebarkan aura mistik. Pada 2002, Ucok menghilang dan hijrah ke Gunung Arjuna di Tretes, Malang, Jawa Timur. Ternyata, Ucok bertapa di Indrokilo. "Hasilnya, ya, inilah, saya harus terus bermusik," ujar Ucok kepada Aguslia Hidayah dari Tempo.



sumber asli

Desember 01, 2009

Ibanez "Black Dog" Joe Satriani



Seperti rumor yang sudah lama beredar, inilah recreate dari Ibanez Black Dog yang terkenal dari Joe Satriani. Ibanez adalah produsen yang menjadi kolektor setiap edisi dari gitaris rock virtuoso yang menjadi salah satu kebanggaan Joe Satriani dengan Electric Guitarnya. Gitar ini sempat dipajang pada NAMM 2008, sebuah pameran alat musik terbesar di Nashville, AS.

Ibanez JS Black Dog ini merupakan tribut dari perjalanan panjang sang legendaris gitar Satriani antara 80 hingga 90an. Seperti perjalanan panjang sang gitaris, Black Dog Gitar mempunyai fitur original pot dan output jack dengan gaya yang berbeda dibanding dengan Satriani signature model lainnya yang memakai DiMarzio PAF Pro dan original Ibanez edge tremolo system, karena dibuat sangat spesial, dikerjakan dengan tangan-tangan terampil, karya seni tinggi, dengan disain yang khas Black Dog body.

Untuk harganya dipatok $7999.99.

Berikut spesifikasinya :
· Model: JSBDG
· List: $7,999.99
· Finish: Gloss Black with Hand-Rendered Reproduction Of Satriani's Original Black Dog Drawings
· Body Material: Basswood
· Neck Material: Maple
· Neck Scale/Type: 25.5/JS
· No. Frets/Type: 22/6105
· Fingerboard: Rosewood
· Inlay: Pearl Dot
· Bridge: Original Edge
· H/W Color: Chrome
· Neck Pickup: DiMarzio PAF Pro
· Bridge Pickup: DiMarzio Fred
· Controls: 1V, 1T in original Black Dog body placement
· Case: Special Hardshell
· Case List: Included

lihat www.ibanez.com

Oktober 01, 2009

GRASS ROCK

Seperti "legenda-legenda" rock angkatan akhir 80-an, rata-rata adaalah lulusan festival rock yang diselenggarakan oleh Log Zhelebour, Pun demikian Grass Rock. Anak-anak muda yang doyan musik itu, nekat membentuk band hanya karena ingin mengikuti Djarum Super Rock Festival itu.

Awal terbentuk di Surabaya, 4 Mei 1984, Grass Rock diperkuat oleh Hari (vokal), Mando (kibor), Harto (gitar), Yudhie (bas), dan Rere (dram). Band ini kemudian sering mengusung lagu-lagu milik Yes, sehingga sering dijuluki sebagai Yes-nya Indonesia. Di tahun yang sama mereka kemudian mengikuti festival rock itu tapi gagal menjadi juara.

Tahun 1985 Grass Rock kembali mengikuti Djarum Super Rock Festival, kali ini mereka beruntung memperoleh juara III dan Rere memperoleh gelar The Best Drumer. ’’Wah makin semangat saja kita ngerocknya,’’ tuturnya. Lalu Grass Rock pun memperoleh kesempatan untuk selalu mengikuti show yang diselenggarakan oleh Log Zhelebour.

Sebagai sebuah grup Grass Rock paling kerap mengganti vokalis, di antaranya adalah Karnoto, Arief, Zulkarnain, dan vokalis terakhir Dayan (adik Rere) yang sempat duet dengan Zulkarnain.

Ketika Zulkarnain masuk di tahun 1986 Grass Rock kembali mengikuti Djarum Super Rock Festival, dan berhasil jadi Juara I. Rere pun kembali menyabet gelar The Best Drumer. Mereka lantas memperoleh kesempatan dari Log Zhelebour untuk mengikuti tur 10 kota untuk mengiringi God Bless.

Tahun 1987 mereka ikut festival lagi dan kembali memperoleh Juara I dan The Best Drumer, ditambah Mando memperoleh gelar The Best Keyboard. ’’Setelah itu kita dapat juara terus kalau ikut festival, wah pokoknya kita lagi di atas angin deh saat itu,’’ papar Rere penuh semangat.

Setelah menjadi macan festival, Grass Rock gatal juga untuk menjajal dunia rekaman. dan setelah mengumpulkan materi yang cocok, lahirlah album pertama mereka Rembulan (1990). Berturut-turut Bulan Sabit (1992), Grass Rock (1994), Menembus Zaman (1998), dan satu single Rock Kemanusiaan "Prasangka". Setelah ditinggal Dayan yang meninggal 1999, Grass Rock tingga Mando (kibor), Edi Kemput (gitar), Yudi (bas), dan Rere (dram).

Rembulan (1990)
Track list:
1. Anak Rembulan
2. Khayal
3. Selamat Pagi Tragedi
4. Langkah-Langkah
5. Sepenggal Dusta
6. Sabung Ayam
7. Murka
8. Kenyataan
9. Lepaskan

 


Bulan sabit (1992)
Track list:
1. Bulan Sabit
2. Gadis Tersesat
3. Bersamamu
4. Nyanyian Laguku
5. Laju Harapan
6. Rakyat Hutan
7. Sendiri
8. Lagu Nurani
9. Kemenangan
10. Blues Untuk Sodomi

Grass Rock (1994)
Track list:


  1. Santet
 2. Datang padaku
 3. Menuju jalan pulang
4. Kereta Api
 5. Maaf
6. Lingkaran
 7. Ratu Budak
 8. Terasing
9. Raja alam mimpi

 

Menembus Jaman (1998)
Track list:

 1. Adakah Hasratmu
2. Janji
3. Gadis Titisan Dewi
4. Kemeja Putih
5. Menari di Mentari
6. Puisi Kepada Waktu
7. Gadis Desa
8. Dalam Pelukan
9. Tanpa Batasan Waktu
10. Menembus Jaman

September 05, 2009

Kaca Benggala, grup band bentukan Guruh Soekarno Putra itu beraliran rock. Grup cadas yang menyampaikan lagu kritik sosial politik, dimotori Iwan xaverius, Yosi, Arief, Iskandar, Ismail Arif, Guruh Soekarno Putra. Lirik yang dibawakan bukan berisi makian atau sikap protes terhadap suatu kebijakan, melainkan tentang seruan bagi seluruh elemen masyarakat agar tergugah terhadap keadaan bangsa dan negara Indonesia yang semakin memprihatinkan ini.

“Masuk ke tahun baru ini, saya memperkenalkan satu band bentukan saya yang mengusung jenis musik rock. Namanya Kaca Benggala dengan harapan, band ini bisa sebagai alat perjuangan. Sudah pasti lagu-lagunya bicara tentang ajakan ke seluruh lapisan bangsa untuk bisa tergugah, bisa peduli kepada Indonesia kita yang makin hari makin memprihatinkan,” papar Guruh.

Kaca Benggala sudah merampungkan debut albumnya yang berisi 10 lagu. Sebagian besar lagu itu, memang ciptaan Guruh yang juga berperan sebagai produser. Tak lama lagi, album itu siap dirilis ke pasaran. Juga dijelaskan, alasan memilih aliran rock karena sifat musik rock yang keras dipercaya mampu membangunkan gairah masyarakat yang sedang tertidur pulas.

“Jadi, untuk membangunkannya harus dengan sesuatu yang keras. Saya tegaskan sekali lagi, saya membuat apa pun untuk berkarya. Seni musik, seni tari, seni batik adalah untuk alat perjuangan. Saya mendirikan band untuk membereskan Indonesia yang bobrok,” kata putra mendiang mantan presiden pertama RI ini.

Silahkan lihat sampel musiknya berikut ini:
1. Kaca Benggala (Hipokrit/ 2:10)
2. Kaca Benggala (Tragedi Demokrasi/ 1:27)
3. Kaca Benggala (Ziarah/ 3:33)
4. Kaca Benggala (Egaliter/ 2.13)








(dari berbagai sumber)

September 02, 2009

Asal Kejadian Perempuan

Berbedakah asal kejadian perempuan dari lelaki? Apakah perempuan diciptakan oleh tuhan kejahatan ataukah mereka merupakan salah satu najis (kotoran) akibat ulah setan? Benarkah yang digoda dan diperalat oleh setan hanya perempuan dan benarkah mereka yang menjadi penyebab terusirnya manusia dari surga?
Demikian sebagian pertanyaan yang dijawab dengan pembenaran oleh sementara pihak sehingga menimbulkan pandangan atau keyakinan yang tersebar pada masa pra-Islam dan yang sedikit atau banyak masih berbekas dalam pandangan beberapa masyarakat abad ke-20 ini.

Pandangan-pandangan tersebut secara tegas dibantah oleh Al-Quran, antara lain melalui ayat pertama surah Al-Nisa':
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari jenis yang sama dan darinya Allah menciptakan pasangannya dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan lelaki dan perempuan yang banyak."

Demikian Al-Quran menolak pandangan-pandangan yang membedakan (lelaki dan perempuan) dengan menegaskan bahwa keduanya berasal dari satu jenis yang sama dan bahwa dari keduanya secara bersama-sama Tuhan mengembangbiakkan keturunannya baik yang lelaki maupun yang perempuan.

Benar bahwa ada suatu hadis Nabi yang dinilai shahih (dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya) yang berbunyi:
"Saling pesan-memesanlah untuk berbuat baik kepada perempuan, karena mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok." (Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Tirmidzi dari sahabat Abu Hurairah).

Benar ada hadis yang berbunyi demikian dan yang dipahami secara keliru bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk Adam, yang kemudian mengesankan kerendahan derajat kemanusiaannya dibandingkan dengan lelaki. Namun, cukup banyak ulama yang telah menjelaskan makna sesungguhnya dari hadis tersebut.

Muhammad Rasyid Ridha, dalam Tafsir Al-Manar,
menulis: "Seandainya tidak tercantum kisah kejadian Adam dan Hawa dalam Kitab Perjanjian Lama (Kejadian II;21) dengan redaksi yang mengarah kepada pemahaman di atas, niscaya pendapat yang keliru itu tidak pernah akan terlintas dalam benak seorang Muslim."

Tulang rusuk yang bengkok harus dipahami dalam pengertian majazi (kiasan), dalam arti bahwa hadis tersebut memperingatkan para lelaki agar menghadapi perempuan dengan bijaksana. Karena ada sifat, karakter, dan kecenderungan mereka yang tidak sama dengan lelaki, hal mana bila tidak disadari akan dapat mengantar kaum lelaki untuk bersikap tidak wajar. Mereka tidak akan mampu mengubah karakter dan sifat bawaan perempuan. Kalaupun mereka berusaha akibatnya akan fatal, sebagaimana fatalnya meluruskan tulang rusuk yang bengkok.
Memahami hadis di atas seperti yang telah dikemukakan di atas, justru mengakui kepribadian perempuan yang telah menjadi kodrat (bawaan)-nya sejak lahir.

Dalam Surah Al-Isra' ayat 70 ditegaskan bahwa:
"Sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak Adam. Kami angkut mereka di daratan dan di lautan (untuk memudahkan mencari kehidupan). Kami beri mereka rezeki yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk-makhluk yang Kami ciptakan."

Tentu, kalimat anak-anak Adam mencakup lelaki dan perempuan, demikian pula penghormatan Tuhan yang diberikan-Nya itu, mencakup anak-anak Adam seluruhnya, baik perempuan maupun lelaki. Pemahaman ini dipertegas oleh ayat 195 surah Ali'Imran yang menyatakan: Sebagian kamu adalah bagian dari sebagian yang lain, dalam arti bahwa "sebagian kamu (hai umat manusia yakni lelaki) berasal dari pertemuan ovum perempuan dan sperma lelaki dan sebagian yang lain (yakni perempuan) demikian juga halnya." Kedua jenis kelamin ini sama-sama manusia. Tak ada perbedaan antara mereka dari segi asal kejadian dan kemanusiaannya.

Dengan konsideran ini, Tuhan mempertegas bahwa:
"Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal, baik lelaki maupun perempuan." (QS 3:195).

Pandangan masyarakat yang mengantar kepada perbedaan antara lelaki dan perempuan dikikis oleh Al-Quran. Karena itu, dikecamnya mereka yang bergembira dengan kelahiran seorang anak lelaki tetapi bersedih bila memperoleh anak perempuan:
"Dan apabila seorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuan, hitam-merah padamlah wajahnya dan dia sangat bersedih (marah). Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak disebabkan "buruk"-nya berita yang disampaikan kepadanya itu. (Ia berpikir) apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup). Ketahuilah! Alangkah buruk apa yang mereka tetapkan itu." (QS 16:58-59).

Ayat ini dan semacamnya diturunkan dalam rangka usaha Al-Quran untuk mengikis habis segala macam pandangan yang membedakan lelaki dengan perempuan, khususnya dalam bidang kemanusiaan.

Dari ayat-ayat Al-Quran juga ditemukan bahwa godaan dan rayuan Iblis tidak hanya tertuju kepada perempuan (Hawa) tetapi juga kepada lelaki. Ayat-ayat yang membicarakan godaan, rayuan setan serta ketergelinciran Adam dan Hawa dibentuk dalam kata yang menunjukkan kebersamaan keduanya tanpa perbedaan, seperti:
"Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya ... "(QS 7:20).
"Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan keduanya dikeluarkan dari keadaan yang mereka (nikmati) sebelumnya ..." (QS 2:36).

Kalaupun ada yang berbentuk tunggal, maka itu justru menunjuk kepada kaum lelaki (Adam), yang bertindak sebagai pemimpin terhadap istrinya, seperti dalam firman Allah:
Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya (Adam) dan berkata:
"Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepadamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan punah?" (QS 20:120).

Demikian terlihat bahwa Al-Quran mendudukkan perempuan pada tempat yang sewajarnya serta meluruskan segala pandangan yang salah dan keliru yang berkaitan dengan kedudukan dan asal kejadiannya.

MEMBUMIKAN AL-QURAN
Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat
Dr. M. Quraish Shihab
baca selengkapnya di sumber asli...

September 01, 2009

Ajaran Krishnamurti

Dalam sebuah tulisan singkat pada tahun 1980, ia menguraikan intisari ajarannya, yang disebutnya The Core of the Teachings:

“Intisari ajaran Krishnamurti terkandung dalam pernyataan yang dibuatnya pada tahun 1929, ketika ia berkata, ‘Kebenaran adalah negeri tanpa jalan’ [Truth is a pathless land]. Manusia tidak bisa sampai ke situ melalui organisasi apa pun, melalui kepercayaan apa pun, melalui dogma, pendeta atau ritual apa pun, tidak pula melalui pengetahuan filosofis atau teknik psikologis. Ia harus menemukannya melalui cermin relasi, melalui pemahaman akan isi batinnya sendiri, melalui pengamatan dan bukan melalui analisis intelektual atau pembedahan introspektif. Manusia telah membangun di dalam dirinya citra-citra [images] sebagai pagar keamanan--religius, politis dan pribadi. Ini terwujud sebagai simbol, ide dan kepercayaan. Beban citra-citra ini mendominasi pemikiran, relasi dan kehidupan sehari-hari manusia. Citra-citra inilah penyebab dari masalah-masalah kita, oleh karena mereka memisahkan manusia dari manusia. Persepsinya mengenai kehidupan dibentuk oleh konsep-konsep yang telah tertanam dalam batinnya. Isi kesadarannya adalah seluruh eksistensinya. Isi ini sama bagi seluruh kemanusiaan. Individualitas adalah nama, wujud dan budaya superfisial yang diperolehnya dari tradisi dan lingkungan. Keunikan manusia bukan terletak pada yang superfisial, melainkan pada kebebasan sepenuhnya dari isi kesadarannya, yang sama bagi seluruh umat manusia. Jadi ia bukanlah individu.

“Kebebasan bukanlah reaksi, kebebasan bukanlah pilihan. Hanyalah anggapan manusia saja yang merasa bebas karena ia mempunyai pilihan. Kebebasan adalah pengamatan murni tanpa arah, tanpa takut akan hukuman dan ganjaran. Kebebasan adalah tanpa motif; kebebasan bukan terletak pada akhir evolusi manusia, melainkan pada langkah pertama dari eksistensinya. Dalam pengamatan orang mulai menemukan tidak adanya kebebasan. Kebebasan ditemukan dalam kesadaran tanpa-memilih akan eksistensi dan kegiatan kita sehari-hari.

“Pikiran adalah waktu. Pikiran lahir dari pengalaman dan pengetahuan, yang tidak terpisah dari waktu dan masa lampau. Waktu adalah musuh psikologis manusia. Tindakan kita didasarkan pada pengetahuan dan dengan demikian pada waktu, sehingga manusia selalu menjadi budak masa lampau. Pikiran selalu terbatas dan dengan demikian kita hidup dalam konflik dan pergulatan terus-menerus. Tidak ada evolusi psikologis.

“Bila manusia sadar akan gerak pikirannya sendiri, ia akan melihat pemisahan antara si pemikir dan pikirannya, antara si pengamat dan yang diamati, antara yang mengalami dan yang dialami. Ia akan menemukan bahwa pemisahan ini ilusi. Maka hanya di situlah terdapat pengamatan murni, yang adalah pencerahan tanpa secercah bayangan dari masa lampau atau dari waktu. Pencerahan tanpa-waktu [timeless] ini menghasil-kan perubahan mendalam dan radikal dalam batin.

“Negasi total adalah esensi dari yang positif. Bila terdapat negasi dari semua hal yang telah dibuat oleh pikiran secara psikologis, maka hanya di situlah terdapat cinta, yakni welas asih [compassion] dan kecerdasan [intelligence].”


London, October 21, 1980
Copyright © 1980 Krishnamurti Foundation Trust

Agustus 29, 2009

Lirik Lagu Koesplus

Koes Plus adalah grup musik Indonesia yang dibentuk pada tahun 1969 sebagai kelanjutan dari grup Koes Bersaudara. Grup musik yang terkenal pada dasawarsa 1970-an ini sering dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock 'n roll di Indonesia. Sampai sekarang, grup musik ini kadang masih tampil di pentas musik membawakan lagu-lagu lama mereka, walaupun hanya tinggal dua anggotanya (Yon dan Murry) yang aktif.

Lagu-lagu mereka banyak dibawakan oleh pemusik lain dengan aransemen baru. Sebagai contoh, Lex's Trio membuat album yang khusus menyanyikan ulang lagu-lagu Koes Plus, Cintamu T'lah Berlalu yang dinyanyikan ulang oleh Chrisye, serta Manis dan Sayang yang dibawakan oleh Kahitna.

Koes Bersaudara

1. John Koeswoyo
2. Tonny Koeswoyo
3. Yon Koeswoyo
4. Yok Koeswoyo
5. Nomo Koeswoyo

Koes Bersaudara

1. Tonny Koeswoyo
2. Yon Koeswoyo
3. Yok Koeswoyo
4. Nomo Koeswoyo

>> Setelah keluar dari penjara:

Koes Plus

1. Tonny Koeswoyo
2. Yon Koeswoyo
3. Yok Koeswoyo
4. Murry

Download Lirik Lagu-lagu Koesplus

Perjalanan karir

Kelompok ini dibentuk pada tahun 1969, sebagai kelanjutan dari kelompok “Koes Bersaudara”. Koes Bersaudara menjadi pelopor musik pop dan rock 'n roll, bahkan pernah dipenjara karena musiknya yang dianggap mewakili aliran politik kapitalis. Di saat itu sedang garang-garangnya gerakan anti kapitalis di Indonesia.

Era Orde Lama

Pada Kamis 1 Juli 1965, sepasukan tentara dari Komando Operasi Tertinggi (KOTI) menangkap kakak beradik Tony, Yon, dan Yok Koeswoyo dan mengurung mereka di LP Glodok, kemudian Nomo Koeswoyo atas kesadaran sendiri, datang menyusul. Adik Alm Tony Koeswoyo itu rupanya memilih "mangan ora mangan kumpul" ketimbang berpisah dari saudara-saudara tercinta. Adapun kesalahan mereka adalah karena selalu memainkan lagu - lagu The Beatles yang dianggap meracuni jiwa generasi muda saat itu. Sebuah tuduhan tanpa dasar hukum dan cenderung mengada ada, mereka dianggap memainkan musik "ngak ngek ngok" istilah Pemerintahan berkuasa saat itu, musik yg cenderung imperialisme pro barat. Dari penjara justru menghasilkan lagu-lagu yang sampai saat sekarang tetap menggetarkan, "Didalam Bui", "jadikan aku dombamu", "to the so called the guilties", dan "balada kamar 15". 29 September 1965, sehari sebelum meletus G 30 S-PKI, mereka dibebaskan tanpa alasan yang jelas.belakangan setelah Peristiwa itu berlalu,Koes Bersaudara yang masih hidup dan menginjak usia tua melakukan testimoni di depan pemirsa acara talkshow KICK ANDY (Metro TV)pada akhir 2008 bahwa di balik penangkapan mereka sebenarnya pemerintahan Soekarno menugaskan mereka dalam sebuah operasi Kontra Intelejen guna mendukung gerakan Ganyang Malaysia.

Dari Koes Bersaudara menjadi Koes Plus

Dari kelompok Koes Bersaudara ini lahir lagu-lagu yang sangat populer seperti “Bis Sekolah”,“ Di Dalam Bui”, “Telaga Sunyi”, “Laguku Sendiri” dan masih banyak lagi. Satu anggota Koes Bersaudara, Nomo Koeswoyo keluar dan digantikan Murry sebagai drummer. Walaupun penggantian ini awalnya menimbulkan masalah dalam diri salah satu personalnya yakni Yok yang keberatan dengan orang luar. Nama Bersaudara seterusnya diganti dengan Plus, artinya plus orang luar: Murry.

Sebenarnya lagu-lagu Koes Bersaudara lebih bagus dari segi harmonisasi ( seperti lagu “Telaga Sunyi”, “Dewi Rindu” atau “Bis Sekolah”) dibanding lagu-lagu Koes Plus. Saat itu Nomo, selain bermusik juga mempunya pekerjaan sampingan. Sementara Tonny menghendaki totalitas dalam bermusik yang membuat Nomo harus memilih. Akhirnya Koes Bersaudara harus berubah. Kelompok Koes Plus dimotori oleh almarhum Tonny Koeswoyo (anggota tertua dari keluarga Koeswoyo). Koes Plus dan Koes Bersaudara harus dicatat sebagai pelopor musik pop di Indonesia. Sulit dibayangkan sejarah musik pop kita tanpa kehadiran Koes Bersaudara dan Koes Plus.

Tradisi membawakan lagu ciptaan sendiri adalah tradisi yang diciptakan Koes Bersaudara. Kemudian tradisi ini dilanjutkan Koes Plus dengan album serial volume 1, 2 dan seterusnya. Begitu dibentuk, Koes Plus tidak langsung mendapat simpati dari pecinta musik Indonesia. Piringan hitam album pertamanya sempat ditolak beberapa toko kaset. Mereka bahkan mentertawakan lagu “Kelelawar” yang sebenarnya asyik itu.

Kemudian Murry sempat ngambek dan pergi ke Jember sambil membagi-bagikan piringan hitam albumnya secara gratis pada teman-temannya. Dia bekerja di pabrik gula sekalian main band bersama Gombloh lewat group Lemon Trees. Tonny yang kemudian menyusul Murry untuk diajak kembali ke Jakarta. Baru setelah lagu “Kelelawar” diputar di RRI orang lalu mencari-cari album pertama Koes Plus. Beberapa waktu kemudian lewat lagu-lagunya “Derita”, “Kembali ke Jakarta”, “Malam Ini”, “Bunga di Tepi Jalan” hingga lagu “Cinta Buta”, Koes Plus mendominasi musik Indonesia waktu itu.

Kiblat Musik Pop Indonesia

Dengan adanya tuntutan dari produser perusahaan rekaman maka group-group lain yang “seangkatan” seperti Favourites, Panbers, Mercy's, D'Lloyd menjadikan Koes Plus sebagai “kiblat”, sehingga group-group ini selalu meniru apa yang dilakukan Koes Plus, pembuatan album di luar pop Indonesia, seperti pop melayu dan pop jawa menjadi trend group-group lain setelah Koes Plus mengawalinya.

"Seandainya kelompok ini lahir di Inggris atau AS bukan tidak mungkin akan menggeser popularitas Beatles"

“Lagu Nusantara I” (Volume 5), “Oh Kasihku” (Volume 6), “Mari-Mari” (Volume 7), “Diana” dan “Kolam Susu” ( Volume 8) merajai musik pop waktu itu. Puncak kejayaan Koes Plus terjadi ketika mereka mengeluarkan album Volume 9 dengan lagu yang sangat terkenal “Muda-Mudi” (yang diciptakan Koeswoyo, bapak dari Tonny, Yon dan Yok). Disusul lagu “Bujangan” dan “Kapan-Kapan” dari volume 10. Masih berlanjut dengan lagu “Nusantara V” dari album Volume 11 dan “Cinta Buta” dari album Volume 12.

Bersamaan dengan itu Koes Plus juga mengeluarkan album pop Jawa dengan lagu yang dikenal dari tukang becak, ibu-ibu rumah tangga, hinga anak-anak muda, yaitu “Tul Jaenak” dan “Ojo Nelongso”. Belum lagi lagu mereka yang berirama melayu seperti “Mengapa”, “Cinta Mulia” dan lagu keroncongnya yang berjudul “Penyanyi Tua”. Sayang sekali di setiap album yang mereka keluarkan tidak ada dokumentasi bulan dan tahun, sehingga susah melacak album tertentu dikeluarkan tahun berapa. Bahkan tidak ada juga kata-kata pengantar lainnya. Album mereka baru direkam secara teratur mulai volume VIII setelah ditandatangani kontrak dengan Remaco. Sebelumnya perusahaan yang merekam album-album mereka adalah “Dimita”.

Pada tahun 1972-1976 udara Indonesia benar-benar dipenuhi oleh lagu-lagu Koes Plus. Baik radio atau orang pesta selalu mengumandangkan lagu Koes Plus. Barangkali tidak ada orang-orang Indonesia yang waktu itu masih berusia remaja yang tidak mengenal Koes Plus. Kapan Koes Plus mengeluarkan album baru selalu ditunggu-tunggu pecinta Koes Plus dan masyarakat umum.

Tahun 1972 Koes Plus sempat menjadi band terbaik dalam Jambore Band di Senayan. Semua peserta menyanyikan lagu Barat berbahasa Inggris. Hanya Koes Plus yang berani tampil beda dengan menyanyikan lagu “Derita” dan “Manis dan Sayang”.

Rekor Album

Dari informasi yang dikirim seorang penggemar Koes Plus, ternyata prestasi Koes Plus memang luar biasa. Pada tahun 1974 Koes Plus mengeluarkan 22 album, yaitu terdiri dari album lagu-lagu baru dan album-album "the best" termasuk album-album instrumentalia, yang dibuat dari instrument asli Koes Plus atau rekaman "master" yang kemudian diisi oleh permainan saxophone Albert Sumlang, seorang pemain dari group the Mercy's. Jadi rata-rata mereka mengeluarkan 2 album dalam satu bulan. Tahun 1975 ada 6 album. Kemudian tahun 1976 mereka mengeluarkan 10 album. Mungkin rekor ini pantas dicatat di dalam Guinness Book of Record. Dan hebatnya, lagu-lagu mereka bukan lagu ‘asal jadi’, tetapi memang hampir semua enak didengar. Bukti ini merupakan jawaban yang mujarab karena banyak yang mengkritik lagu-lagu Koes Plus cuma mengandalkan “tiga jurus”: kunci C-F-G.

Karena banyak jasanya dalam pengembangan musik, masyarakat memberikan tanda penghargaan terhadap prestasinya menjadi kelompok legendaris dengan diberikannya tanda penghargaan melalui "Legend Basf Award, tahun 1992.Prestasi yang dimiliki disamping masa pengabdiannya dibidang seni cukup lama, produk hasil ciptaan lagunya pun juga memadai karena sejak tahun 1960 sampai sekarang berhasil menciptakan 953 lagu yang terhimpun dalam 89 album. Prestasi hasil ciptaan lagu untuk periode kelompok Koes Bersaudara sebanyak 203 lagu (dalam 17 album),sedang untuk periode kelompok Koes Plus sebanyak 750 lagu dalam 72 album (Kompas,13 September 2001).

Salah satu anggota Koes Plus mengatakan bahwa mereka dibayar sangat mahal pada masa jayanya. Yon mengungkapkan bahwa pada tahun 1975 mereka manggung di Semarang. "Waktu itu pada tahun 1975, kami telah dibayar Rp 3 juta saat pentas di Semarang," kenang dia. Padahal, saat itu harga sebuah mobil Corona tahun 1975 kira-kira Rp 3,750 juta. Bila dikurs saat ini bayaran tersebut kurang lebih sama dengan Rp 150 juta.(Suara Merdeka, 4 Mei 2001)

Waktu itu, Rp 3,5 juta sangat tinggi, mengingat mobil sedan baru Rp 3 juta. Jika dikurskan dengan nilai uang sekarang, jumlah itu sama dengan Rp 200 juta sampai Rp 300 juta. Jumlah penonton melimpah ruah tidak seperti sekarang, kenang Yon. (Suara Merdeka, 23 Oktober 2001).

Setelah itu popularitas Koes Plus mulai redup. Mungkin karena generasi sudah berganti dan selera musiknya berubah. Koes Plus vakum sementara dan Nomo masuk lagi menggantikan Murry, sekitar akhir 1976-an. Koes Bersaudara terbentuk lagi dan langsung ngetop dengan lagunya “Kembali” yang keluar tahun 1977. Murry bersama groupnya Murry's Group juga cukup menggebrak dengan lagunya “Mamiku-papiku”. Tidak bertahan lama tahun 1978 kembali terbentuk Koes Plus. Lagu barunya, “Pilih Satu” juga langsung populer. Setelah itu keluar lagu “Cinta”, dengan aransemen orchestra, yang benar-benar berbeda dengan lagu Koes Plus yang lain. Kemudian populer juga album melayu mereka yang memuat lagu “Cubit-Cubitan” dan “Panah Asmara”. Tetapi Koes Plus generasi ini tidak lagi sepopuler sebelumnya. Walaupun, kalau disimak lagu-lagu yang lahir setelah 1978, masih banyak lagu mereka yang bagus.

Nasib Koes Plus kini sangat tragis. Seperti kata Yon suatu ketika bahwa Koes Plus hanya besar namanya tetapi tidak punya apa-apa. Ucapan ini memang pas untuk mewakili keadaan personel Koes Plus. Mereka tidak mendapatkan uang dari hasil penjualan kaset yang berisi lagu-lagu lama mereka. Tidak seperti para penyanyi/pemusik masa kini yang gaya hidupnya “wah” karena dari segi finansial pendapatannya sebagai penyanyi/pemusik cukup terjamin. Begitu juga bekas group-group tersohor seperti Beatles, atau Led Zeppelin, mereka hidup dengan enak hanya dari royalti kaset/VCD/CD/DVD yang mereka hasilkan. Sampai anak-anak dan istri mereka pun menikmati kelimpahan finansial ini.

Koes Plus hanya dibayar sekali untuk setiap album yang dihasilkan. Tidak ada royalti, tidak ada tambahan fee untuk setiap CD/kaset yang terjual. Maka tidak heran ketika tahun 1992 Yon harus jualan batu akik untuk menghidupi rumah tangganya. Sementara kaset dan CD lagunya masih laris terjual di Indonesia. Sekarang pun di usianya yang ke-63 Yon dan kawan-kawan (Murry beberapa kali tidak tampil karena sakit) membawa nama Koes Plus harus manggung untuk mendapatkan uang. Dengan sisa-sisa suara dan kekuatannya mereka harus menjual suara dan tenaganya. Yon memang tidak merasakan ini sebagai beban. Dia bersyukur lagunya masih dicintai orang. Tetapi kita prihatin mendengar kabar seperti ini.

Diskografi

1969

1. Koes Plus Dheg-dheg Plas (Melody. LP-23)

1970

1. Natal bersama Koes Plus (EP) (mesra. EP-97)
2. Koes Plus Volume 2 (Mesra. LP-44)

1971

1. Koes Plus Volume 3 (Mesra. LP-48)

1972

1. Koes Plus Volume 4 Bunga Di Tepi Jalan (Mesra. LP-50)
2. Koes Plus Volume 5 (Mesra. LP-51)

1973

1. Koes Plus Volume 6 (Mesra. LP-60)
2. Koes Plus Volume 7 (Mesra. LP-65)
3. Koes Plus Volume 8 (Remaco. RLL-187)
4. Koes Plus Volume 9 (Remaco. RLL-208)
5. Christmas Song (Remaco. RLL-210)

1974

1. Koes Plus Volume 10 (Remaco. RLL-209)
2. Koes Plus Volume 11 (Remaco. RLL-301)
3. Koes Plus Volume 12 (Remaco. RLL-302)
4. Koes Plus Qasidah Volume 1 (Remaco. RLL-341)
5. Natal bersama Koes Plus (LP) (Remaco. RLL-342)
6. Koes Plus The Best Of Koes
7. Koes Plus Pop Anak-Anak Volume 1 (Remaco. RLL-306)
8. Koes Plus Another Song For You (Remaco. RLL-348)
9. Koes Plus Pop Melayu Volume 1 (Remaco. RLL-314)
10. Koes Plus Pop Melayu Volume 2 (Remaco. RLL-347)
11. Koes Plus Pop Jawa Volume 1 (Remaco. RLL-248)
12. Koes Plus Pop Jawa Volume 2 (Remaco. RLL-311)
13. Koes Plus Pop Keroncong Volume 1 (Remaco. RLL-299)
14. Koes Plus Pop Keroncong Volume 2 (Remaco. RLL-300)
15. Koes Plus Volume 8 (Instrumental)
16. Koes Plus Volume 9 (Instrumental)
17. Koes Plus Volume 10 (Instrumental)
18. Koes Plus Volume 11 (Instrumental)
19. Koes Plus The Best Of Koes (Instrumental)
20. Koes Plus Pop Jawa Vol 1 (Instrumental)
21. Koes Plus Pop Jawa Vol 2 (Instrumental)
22. Koes Plus Pop Melayu Volume 1 (Instrumental)
23. Koes Plus Pop Keroncong Volume 1 (Intrumental)

1975

1. Koes Plus Volume 13 (Remaco. RLL-303)
2. Koes Plus Volume 14 (Remaco. RLL-631)
3. Koes Plus Selalu Dihatiku (Remaco. RLL-468)
4. Koes Plus Pop Anak-Anak Volume 2 (Remaco. RLL-448)
5. Koes Plus Pop Melayu Volume 3 (Remaco. RLL-390)
6. Koes Plus Pop Jawa Volume 3
7. Koes Plus Pop Melayu Volume 2 (Instrumental)

1976

1. Koes Plus In Concert (Remaco. RLL-635)
2. Koes Plus History Of Koes Brothers (Remaco. RLL-715)
3. Koes Plus In Hard Beat Volume 1 (Remaco. RLL-717)
4. Koes Plus In Hard Beat Volume 2 (Remaco. RLL-768)
5. Koes Plus In Folk Song Volume 1 (Remaco. RLL-)
6. Koes Plus Pop Melayu Volume 4 (Remaco. RLL-730)
7. Koes Plus Pop Keroncong Volume 3 (Remaco. RLL-388)
8. Koes Plus Pop Jawa Melayu (Remaco. RLL-633)
9. Koes Plus Volume 12 (Instrumental)

1977

1. Koes Plus Pop Jawa Volume 4

1978

1. Koes Plus 78 Bersama Lagi (Purnama. PLL-2061)
2. Koes Plus 78 Melati Biru (Purnama. PLL-2077)
3. Koes Plus 78 Pop Melayu Cubit-Cubitan (Purnama. PLL-3055)

1979

1. Koes Plus 79 Melepas Kerinduan (Purnama. PLL-323)
2. Koes Plus 79 Berjumpa Lagi (Purnama. PLL-3040)
3. Koes Plus 79 Aku Dan Kekasihku (Purnama. PLL-4022)
4. Koes Plus 79 Pop Melayu Angin Bertiup (Purnama. PLL-4009)

1980

1. Koes Plus 80 Jeritan Hati (Remaco. PLL-4044)

1981

1. Koes Plus 81 Sederhana Bersamamu (Purnama. PLL-5091)
2. Koes Plus 81 Asmara
3. Koes Plus Medley 13 Th Karya Koes Plus
4. Koes Plus 81 Pop Melayu Oke Boss
5. Koes Plus Medley Dangdut 13 Th Karya Koes Plus

1982

1. Koes Plus 82 Koperasi Nusantara
2. Koes Plus 81 Pop Keroncong

1983

1. Koes Plus 83 Da da da
2. Koes Plus Re-Arrange I & II

1984

1. Koes Plus 84 Angin Senja & Geladak Hitam
2. Koes Plus 84 Palapa
3. Memble
4. Koes Plus Album Nostalgia Platinum 1
5. Koes Plus Album Nostalgia Platinum 2
6. Koes Plus Album Nostalgia Platinum (Intrumental)

1985

1. Koes Plus 85 Ganja Kelabu

1987

1. Koes Plus 87 Cinta Di Balik Kota
2. Koes Plus 87 Lembah Derita
3. Milik Illahi

Agustus 25, 2009

Protes

Di daerah pesisir utara Jawa Tengah yang datar dan berdebu, di pertengahan abad ke-19, seseorang menulis sejumlah buku. Ia adalah Haji Mohamad Rifangi.

Waktu itu usianya pasti sudah agak lanjut. Ia dilahirkan pada1786 di wilayah Kendal, beberapa puluh kilometer dari Semarang. Ia juga pasti orang yang berilmu dan berpengikut. Ia anak seorang pengulu, dan itu berarti bukan seorang santri kampung sembarangan. Pada satu tahap dalam riwayatnya, ia berangkat ke Mekkah, dan bermukim selama delapan tahun. Setelah itu, ia kembali, ke tempat ia dilahirkan. Tapi sikapnya berubah.

Ia bentrok dengan para ulama. Baginya, kehidupan beragama sebagaimana yang dilihatnya di sekitarnya itu keliru. Dan ia mengutarakan soal itu dengan keras. Mungkin karena ini, ia sempat difitnah dan masuk penjara. Tapi Rifangi punya nasib baik: setelah istrinya meninggal, ia menikah dengan janda demang yang makmur. Lepas dari penjara, Rifangi pun pindah ke Kalisalak, mendirikan pusat pengajian dan menulis sejumlah buku.

Sebagaimana yang diceritakan kembali oleh Prof. Sartono Kartodirdjo dalam bukunya, Protest Movements in Rural Java, Rifangi sebenarnya tak mengumumkan ajaran baru. Karya-karyanya, yang kumpulannya disebut Tarajumah, sejenis bunga rampai terjemahan dari pelbagai kitab. Hanya Haji Mohamad Rifangi menyusunnya dalam bentuk tembang berbahasa Jawa.

Toh bunga rampai itu ia pilih dengan kecaman kepada keadaan di sekitar. Para penguasa negeri, di mata Rifangi, berdosa. Para pengulu, pejabat keagamaan resmi, tak mau menuruti perintah menegakkan hukum Allah. Banyak hal menyimpang dari Quran dan Hadis. Maka, orang harus sadar: para bupati dan wedana dan lurah itu tak lain cuma orang-orang munafik. Siapa yang menghamba kepada “raja kafir” dalam hal agama, tak lebih baik ketimbang anjing dan babi.

Sebagaimana umumnya para “reformis”, ada sikap kesucian yang memusuhi praktis siapa saja dalam pendirian Rifangi. Ia memang ingin membawakan suatu kehidupan beragama yang tak tercampur dengan noktah apa pun dari luar doktrin. Tak heran bila Rifangi pun menentang hal-hal seperti wayang dan gamelan.

Kita agaknya kenal dengan tipe ini. Dalam riwayat, pelbagai versi Rifanglisme datang dan pergi: perawat-perawat yang gigih yang mencoba mensterilkan ruang sejarah ketika mengarungi waktu. Dalam proses masuk ke luar debu dan lumpur ini, dalam kendaraan yang terguncang-guncang, tiap kita diharapkan tetap murni, bersih. Untuk itu surga menunggu. Juga keselamatan di dunia. Dalam Kitab Nalam Wikayah, salah satu karyanya, Haji Mohamad Rifangi menggambarkan hal itu: sebuah “Tanah Jawa” yang makmur, tanpa begal dan penyamun, pencuri dan pendurhaka.

Tak ayal, para pengikut berkerumun disekitar kiai Kalisalak. Pertengahan abad ke-19 dan seterusnya, Jawa memang resah. Masa kolonial telah mempertemukan kakek-nenek kita itu dengan lingkungan budaya yang telah retak batas-batasnya. Ada kekuatan yang asing, ada kekuasaan yang terasa menekan dan tak akrab. Ada orientasi yang berubah, ada bentuk-bentuk kebahagiaan baru yang tak mudah dicapai atau mencemaskan. Ada frustrasi, ada penasaran. Ada kebutuhan akan ketenteraman batin, sejenis kepastian dan jaminan, di tengah perubahan sosial-budaya yang tak tenteram.
Tak heran bila abad ke-19 dan sesudahnya adalah zaman konflik, dan karya seperti Protest Movements in Rural Java selalu layak dibaca kembali bila konflik sejenis itu, yang sering kali memakai bendera Islam, meletup.

Haji Rifangi adalah salah satu gejalanya. Dimakmumi oleh para penduduk pedesaan Kedu dan Pekalongan, ia dengan segera dikenal sebagai pemimpin ngelmu Kalisalak. Para santrinya, disebut santri Budiah, memisahkan diri dari Muslimin lain. Mereka bukan saja tak menonton wayang juga tak mau bersembahyang jemaah di masjid, dan – menurut laporan Residen Pekalongan – mereka menolak kawin di depan penghulu. Para wanita mereka tak keluar ke tempat umum dan di luar kalangan mereka, tampaknya yang ada hanya kaum yang sesat.

Haji Mohamad Rifangi memang gencar menyerang – khususnya para pejabat keagamaan gubernemen. Tak heran bila Rifangi beberapa kali diusulkan, antara lain oleh Bupati Batang, untuk disingkirkan. Dan benar: di tahun 1859, pengusik itu dibuang ke Ambon. Ia mungkin dianggap suatu ancaman yang bisa mengganggu ketertiban – meskipun Rifangi tak pernah angkat golok, dan tak suatu pun terjadi ketika pengikutnya tetap jadi santri Budiah setelah sang guru tak ada.

Rifangi memang bukan pemberontak. Ia hanya pemimpin suatu gerakan “sektarian”, seperti dikatakan Sejarawan Sartono, tokoh kelompok yang memisahkan diri, seorang yang merasa paling di depan dalam menjaga kemurnian agama. Ia layak dihormati. Tapi tak berarti ia bisa selamanya diikuti.

Dalam Protest Movements in Rural Java, ada disebut suatu “saat dramatik” ketika Rifangi berdebat, di depan umum, tentang agama, dengan seorang penghulu. Ia “kalah”. Kita tak tahu bagaimana isi debat besar itu, dan bagaimana ia kalah. Tapi siapa tahu sang penghulu bisa meyakinkan kekhilafannya: Iman lebih kaya ketimbang kemurnian. Iman adalah bianglala yang semarak. Rifangi hanya menawarkan sehelai pembalut putih yang steril, tapi manusia bukan cetakan tunggal mumi Adam di atas bumi, yang ditaruh dalam gelas, tanpa sejarah, tanpa ketelanjuran kebudayaan.

(Majalah Tempo Edisi. 41/XV/07 – 13 Desember 1985)
sumber : caping

Agustus 18, 2009

Semar Ingin Merdeka

Sebuah mobil open kap berhenti mendadak di rumah Mbah Togog, seorang tokoh spiritual. Rem mobil itu menjerit-jerit serasa mengiris aspal. Beberapa murid si Mbah tampak memasukkan sebentuk tubuh gemuk ke ruang pasien. Di ruang tunggu, tampak wajah cemas Gareng dan Petruk. Mereka bergantian menengok ke dalam. Tampak minyak upet wangi dibakar. Asapnya didekatkan di hidung Semar yang nggletak di ruang pasien. Tanpa sebab, Semar pingsan dan membuat geger orang yang sedang tirakatan hari kemerdekaan.

"Mbah, Mbah... Why my father kok sakit?" tanya Gareng saat Mbah Togog melintas. Punakawan itu hanya angkat bahu sambil memeluk Gareng, ponakannya itu. Hati Togog dipenuhi tatap mata kosong anak-anak semar. Mereka seperti anak burung yang kehilangan induknya.

"Gini, Reng. Moga wirid Kidung Asih bentar lagi bisa nglacak apa yang sebenarnya terjadi pada bapake koen," ujar Togog, punakawan berbibir ala Mick Jagger tersebut.

Satu jam berlalu, ritual yang diadakan mulai menampakkan hasil. Urat kuncung Semar bergetar. Mbah Togog melohat sesuatu yang kecil bergerak dari kuncung semar yang pelan-pelan rontok. Lalu, munculah Bambang Ismaya, sejatine Semar. Togog lalu beraksi. Dia keluarkan sabuk Raga Sukmat yang terbalut energi. Dia lantas mengubah diri menjadi Bambang Tejamantri untuk segera menemui Ismaya.

"Ismaya, kenapa kamu hancurkan kuncungmu?" kata Tejamantri. Tapi, Ismaya hanya memberi jawaban tatap mata sinis. "Aku sudah jenuh dianggap jadi sang pamomong," ujar Ismaya. Dia jelaskan bahwa dia mau bebas merdeka.

Mendengar itu, Tejamantri segera berubah kembali menjadi Togog. Dia lalu berteriak. "Reng, Gareng, gawat..!! Cepat cari manusia paling sedih hidupnya. Biar Ismaya tersentuh hatinya," seru Togog. Gareng lalu melacak kisah sedih paling mengharu biru di seluruh pelosok negeri.

Syahdan, seorang perempuan tua bernama Budhe Kunthi hidup telantar di panti jompo. Dulu dia didik anak-anaknya jadi orang hebat. Namun, wanita tua itu justru dimasukkan di panti jompo saat renta. Gareng segera membopong Budhe Kunthi ke hadapan Ismaya.

Tatapan Ismaya masih dingin. Dia coba untuk tersenyum. Namun, itu justru menunjukkan niatnya yang kian mantap untuk pensiun sebagai pamomong. "Reng, aku juga paling kalian lempar ke panti jompo kalau sudah tidak punya pengaruh apa-apa lagi," bisik Ismaya.

Gareng langsung nangis nggerung-nggerung. Semar tak peduli. Seragam semar dia berikan sebagai kenangan buat Gareng. Ismaya pun lenggang kangkung melanglang jagad, meninggalkan dunia wayang yang penuh kemunafikan. Mbah Togog tak tinggal diam. Ia perintahkan Petruk untuk menghadang Semar. Sebagai keturunan raja jin, Petruk banyak akal semlikut. Si hidung panjang itu lantas berpikir, apa gerangan yang bisa membuat Semar kacau hatinya.

Yes, dia nemu akal. Dia berubah jadi Rahwana. Petruk pun menuju tempat persewaan kostum wayang wong. Dia pasang kumis ketel (lebat) palsu, sarung kumel dia ganti blue jeans memamerkan kaki panjang, dia pasang wig rewog-rewog, dan membeli boneka yang diambil kepalanya agar seperti sepuluh kepala Rahwana. Petruk pun sampai takut sendiri saat berkaca.

Semar agak minder bertemu Rahwana di sebuah pertunjukan wayang kulit. Sebab, si Dasamuka itu adalah orang paling jahat di dunia. Semar pun sembunyi di sela-sela tukang tabuh gamelan. Namun, Rahwana melihatnya dan tertawa terbahak. "Semar, aku mau jual seluruh negara wayang ke negeri asing. Dan aku akan umumkan bahwa setiap wayang wajib korupsi," kata Rahwana gadungan itu.

Rahwana terus mengejek. Dia sesumbar, mau bunuh seluruh wayang yang berkarakter baik. Semar hanya menanggapi dingin. Dia persilakan Rahwana melakukan seluruh kehendaknya. "Sorry, Rah... Aku bukan pamomong lagi," jawab Semar cuek. Rahwana agak putus asa. Mendadak, dia ambil wayang Kumbakarna yang dibungkus kain putih agak kemerahan. "Nah, ini dia adikku Kumbakarna yang dianggap satria dengan nasionalisme tinggi. Akan aku bakar dia," seru Rahwana. Kain merah-putih dia mainkan sesukanya. Kain itu dimasukkan minyak tanah dan hendak dibakar.

Tubuh Semar mendadak demam. Diawali rintihan, perut Semar lama kelamaan membesar naik turun tak teratur. Tiba-tiba, mak wuett... tubuh Semar berubah menjadi raksasa dan berteriak geram. "Jangan kau nodai kain merah putih pelindung si Kumbakarna," katanya dengan suara menggelegar.

Tangan besar Semar mencoba meraih Rahwana gadungan. Wuuts, tangannya hanya menangkap angin. Petruk yang sedang menyamar itu miris. Dia berusaha lari, nubruk bakul rokok. Pertunjukan wayang sontak bubar. Penonton berlarian menyelamatkan diri, mengira ada kingkong mengamuk.

Wuus, dari belakang tangan semar menjambak wig Rahwana yang langsung terlepas. Sebentuk kuncir muncul. "Mo.. Romo.. Daddy, ini aku Petruk, anakmu!" seru Petruk.

Namun, Semar raksasa sudah kalap. Dia tendang Petruk untuk bal-balan. Petruk rasanya mau pingsan. Saat Semar mau puntir kepala Petruk, di ujung jalan serombongan anak-anak TK yang sedang karnawal lewat. Berbaris rapi dan memakai drumband, mereka bernyanyi, "Sekali meldeka tetap meldeka..."

Suara-suara cedal itu terasa sedang bersenda-gurau menikmati 17 Agustus, hari kemerdekaan Indonesia. Semar luluh. Kemarahannya lenyap. Dia tinggalkan Petruk dan berbaris bersama anak-anak kecil itu.
Meski ikut bernyanyi, hati Semar menangis. Kelak, anak ini hidup di zaman seperti apa? Di zamanku saja, manusia sudah mengerikan kelakuannya. Semar ikut nabuh drumband. Dia berjanji mau jadi pamomong, tapi untuk generasi yang masih bersih. Ya, aku mau merdeka momong bibit yang baru tumbuh daripada pohon yang kukuh tapi baunya busuk. (*)

(Ki Slamet Gundono - "wayang lindur")

Agustus 11, 2009

Pecundang

Sungguh, tak ada yang perlu disangsikan lagi
meski mimpi pun terkadang hanya dalam sehembusan nafas
lalu menjadi sirna, semuanya
menjadi hamparan ketaksengajaan yang serta-merta
berpelukan dengan angan yang tertunda

lalu aku yang masih merindu, akankah selalu setia merayu keraguan
bahkan ketika mulai meraba gerbang-Mu

ya, meski kutahu bahwa menggenggam kesetiaan hanyalah semacam dendam yang entah
hamun ada sekelumit pengharapan tengah berlabuh dalam segumpal doa
meski tak sempat kerucap,
dan keterasingan yang kian menyergap nyatalah menjadi saksi
dalam perjalanan cinta seorang pecundang
dengan hasrat kian berlumuran debu.

(hanya sekumpulan kata)

Agustus 07, 2009

Kesabaran Nabi Ayyub a.s.

Nabi Ayyub bin ‘Ish bin Ishaq a.s., adalah bangsa Roma, sedangkan ibunya adalah anak Nabi Luth a.s.Ayahnya seorang yang kaya-raya, memiliki ternak;unta, lembu, domba, kuda, keledai dan himmar, tidak seorang pun di negeri Syam (Syria) yang dapat menyainginya dalam hal kekayaan. Ketika dia meninggal dunia, maka semua kekayaannya itu diwariskan kepada Nabi Ayyub a.s. Nabi Ayyub a.s. telah menikah dengan Siti Rahmah, anak Afrayim putra Nabi Yusuf a.s. Dan Allah telah mengurniakan mereka 12 kali kehamilan yang tiap-tiapkali hamil melahirkan 2 orang anak, seorang lelaki dan seorang perempuan. Kemudian dia diutus oleh Allah kepada kaumnya, dan mereka adalah penduduk Hauran dan Tiih. Allah Ta’ala menyempurnakannya, dengan budi-pekerti yang baik, lemah-lembut selama orang tidak menyalahi,mendustakan dan mengingkarinya dalam kemuliaan dirinya dan kedua orang tuanya, ayah dan ibunya. Nabi Ayyub a.s. mempunyai meja makan yang khusus disediakannya untuk tamunya; orang-orang fakir miskin dan tamu lainnya.Dan Nabi Ayyub a.s. terhadap anak yatim itu ibarat seorang ayah yang kasih dan penyayang, terhadap janda seperti suami yang memperhatikan kasih-sayangnya, dan terhadap orang-orang yang lemah seperti halnya saudara yang mencintai dengan kasihnya. Dengan nikmat yang diberikan Allah,NabiAyyub a.s. tampak tidaklah lupa sedikit pun hatinya bersyukur, serta lidahnya tidak lupa berzikir kepada Tuhannya.

Maka Iblis dengki kepadanya, seraya berkata: “Sungguh Ayyub telah berhasil di dunia dan akhirat, dan Iblis ingin merusak salah satu atau kedua-duanya;dunia dan akhirat tersebut. Lalu Iblis terkutuk,disaat itu naik ke langit yang ketujuh dan berhenti dimana dia dapat sampai,pada suatu hari dia naik sebagaimana biasa, maka Allah Yang Maha Perkasa berfirman kepadanya:”Hai Iblis terkutuk, bagaimana engkau melihat hamba-Ku Ayyub? Apakah engkau dapat mengambil daripadanya manfaat walaupun sedikit?”

Kata Iblis: “Tuhanku, sesungguhnya Ayyub mau menyembah-Mu kerana Engkau telah memberinya kelapangan hidup (harta yang berlimpah) dan kesihatan;kalaulah tidak kerana hal itu tentu dia tidak menyembah-Mu , maka dia sebenarnya hamba kesihatan.” Firman Allah Ta’ala kepada Iblis: “Engkau dusta, sesungguhnya Aku Maha Mengetahui bahwa sesungguhnya dia menyembah Aku serta berterimakasih kepada-Ku, walaupun dia tidak mempunyai kelapangan rezeki di dunia.

Kata Iblis: “Tuhanku,berilah aku kekuasaan untuk menggoda Ayyub; maka perhatikanlah bagaimana aku membuatnya lupa mengingat-Mu dan menyibukkan dia dari beribadah kepada-Mu.” Maka Allah pun memberikan kekuasaan kepada Iblis terhadap segala sesuatunya, kecuali jiwa dan lidah (ucapan) Nabi Ayyub a.s.Maka Iblis pun kembali dan menuju ke tepi laut, lalu berseru dengan seruan yang sangat keras, sehingga semua bangsa Jin, baik yang laki-laki maupun yang wanita berkumpul di sisinya seraya berkata:”Apakah gerangan yang menimpa kamu?” Iblis menjawab: sesungguhnya saya telah mendapat kesempatan yang belum pernah saya peroleh seperti hal ini, semenjak saya telah berhasil mengeluarkan Adam dari sorga. Maka oleh sebab itu, bantulah saya dalam memperdayakan Ayyub.” Maka mereka cepat-cepat bertebaran dan membakar serta merusak semua harta kekayaan Nabi Ayyub a.s.

Lalu Iblis pergi menemui Nabi Ayyub a.s. yang dia sedang berdiri menunaikan solat di dalam rumah ibadatnya. Kata Iblis: “Apakah engkau tetap menyembah Tuhanmu dalam keadaanmu yang kritis ini, sesungguhnya dia tuhanmu telah menuangkan api dari langit, yang memusnahkan kekayaanmu, sehingga semuanya menjadi abu?” Nabi Ayyub a.s. tidak menjawabnya,sampai dia selesai merampungkan solatnya, lalu berkata: “Alhamdulillah,Dia yang telah memberikan kurnia lalu mengambilnya pula dari saya.”Lalu dia bangkit kembali memulai solatnya.Maka Iblis pun
kembali dengan tangan hampa, serta merasa terhina dan menyesali terhadap kegagalannya.

Dan Nabi Ayyub a.s.itu mempun
yai 14 anak,lapan orang lelaki dan enam orang perempuan. Kesemua mereka makan setiap harinya di rumah-rumah saudaranya. Maka berkumpullah para setan dan mengelilingi rumah itu serta melemparkan kepada anak-anak Nabi Ayyub a.s.sehingga mereka itu mati semuanya di satu meja makan.Maka Iblis pergi kepada Nabi Ayyub a.s. sedangkan dia (Nabi Ayyub a.s.)dalam keadaan berdiri menunaikan solat. Kata Iblis: “Apakah engkau tetap menyembah Tuhanmu, dan sesungguhnya Dia telah melempar ke rumah dimana anak-anakmu berada, sehingga mereka mati semuanya?” Nabi Ayyub a.s. tidak menjawab sedikit pun, sampai dia selesai mengerjakan solatnya.Lalu Nabi Ayyub a.s.berkata: “Hai Iblis terkutuk, Alhamdulillah, Dia yang telah memberi dan mengambilnya pula dari saya. Semua harta dan anak adalah fitnah untuk laki-laki dan wanita, maka Dia (Allah) mengambil dari saya, sehingga saya dapat bersabar lagi tenang untuk beribadah kepada Tuhan saya.” Iblis pun kembali dengan tangan hampa, rugi besar dan terkutuk.

Lalu Iblis datang kembali,
sedangkan Nabi Ayyub a.s. sedang mengerjakan solat. Maka ketika Nabi Ayyub a.s. sujud, Iblis meniupkan dihidung dan mulutnya sampai badan Nabi Ayyub a.s. berkembang dan berpeluh yang banyak sekali dan dia merasa badannya menjadi berat.
Berkata isterinya Siti Rahmah:
“Ini semua adalah dari sebab kesusahanmu terhadap harta yang telah musnah dan anak-anak yang telah mati, sedangkan engkau tetap beribadah diwaktu malam dan berpuasa diwaktu siang tanpa henti-hentinya. walaupun sesaat, dan engkau masih juga tidak merasa cukup.”Lalu Nabi Ayyub a.s.terkena penyakit kudis pada seluruh tubuhnya, Mulai dari kepala sampai kekakinya, bahkan mengalir dari badannya darah bercampur nanah serta berulat yang berjatuhan dari kudis di badannya.Sampai-sampai sanak-keluarganya dan teman-temannya, menjauhkan diri daripadanya.

Nabi Ayyub a.s. mempunyai tiga orang isteri; maka yang dua meminta cerai dan dia pun menceraikannya dan tinggal satu sahaja isterinya iaitu Rahmah yang selalu melayaninya siang malam. Kemudian datanglah para wanita tetangganya seraya
berkata: “Hai Rahmah, kami semua takut kalau penyakit suamimu Ayyub akan menjalar kepada anak-anak kami.Maka keluarkanlah dia dari lingkungan kita bertetangga ini, dan kalau tidak maka kami akan mengeluarkan engkau dari sini dengan cara paksa!” Maka Siti Rahmah pergi dengan membungkus pakaiannya, serta membawanya (Nabi Ayyub a.s.). Dan dia menggendong Nabi Ayyub a.s. dipunggungnya sedangkan air mata mengalir dipipinya serta pergi jauh sambil menangis ke bekas rumah yang sudah rusak yang dijadikan tempat pembungan sampah dan meletakkan Nabi Ayyub a.s. di atas sampah. Lalu keluarlah penduduk desa itu dan mereka melihat keadaan Nabi Ayyub a.s. maka mereka berkata: “Bawalah suamimu itu jauh-jauh darikami , kalau tidak maka akan kami bawakan anjing-anjing kami, biar memakannya.”Siti Rahmah pun membawanya sambil menangis ke tempat yang jauh dan meletakkannya di tempat itu.

Kemudian Siti Rahmah pergi kesebuah desa,maka Nabi Ayyub a.s. memanggilnya: “Kembalilah engkau, dan saya berpesan kepadamu, seanda
inya engkau hendak pergi bebas dariku dan akan meninggalkan aku di sini.” Kata Siti Rahmah: “Engkau jangan kawatir, wahai suamiku; sesungguhnya saya tidak akan meninggalkan engkau selama hayat dikandung badan.” Siti Rahmah lalu pergi ke sebuah desa dan bekerja setiap hari memotong roti dan dia dapat memberi makan suaminya Nabi Ayyub a.s. Lalu hal itu diketahui oleh penduduk desa itu, bahwa dia adalah isteri Nabi Ayyub a.s. Maka mereka tidak mau lagi memberinya pekerjaan, bahkan mereka berkata; “Pergilah engkau jauh-jauh, kerana sesungguhnya kami merasa jijik kepada mu.

Maka Siti Rahmah menangis dan berdoa: “Ya Tuhanku, Engkau telah melihat keadaanku, sesungguhnya terasa sempit dunia ini bagiku, sedang orang-orang telah merendahkan kami di dunia ini, maka janganlah Engkau kiranya merendahkan kami di akhirat kelak, ya Tuhanku. Mereka telah mengusir kami dari rumah kami di dunia, maka janganlah kiranya Engkau mengusir kami dari Rumah Engkau kelak di hari Kiamat.”Adalah Nabi Ayyub a.s. tiap-tiap ada ulat yang terjatuh dari badannya, maka diambilnya dan diletakkannya kembali dibadannya, dan dia berkata: “Makanl
ah olehmu semua apa-apa yang telah direzekikan kepadamu oleh Allah Ta’ala.”Maka tidak tertinggal dagingnya dan hanyalah tinggal tulang belulang,yang dilapisi kulit dengan jaringan saraf saja yang kelihatan. Apabila matahari menyinarinya, maka sinar itu seakan-akan tembus dari bahagian depannya kebahagian belakangnya. Dan yang tinggal dari bahagian badannya yang tetap utuh adalah hatinya dan lidahnya. Hatinya tidak pernah kosong dari rasa syukur kepada Allah dan lidahnya tidak pernah diam dari berzikir kepada Allah. Diriwayatkan yang Nabi Ayyub a.s. mengalami sakit seperti itu selama 18 tahun.

Pada satu hari Siti Rahmah berkata kepada Nabi Ayyub a.s.: “Engkau adalah seorang Nabi yang mulia terhadap Tuhanmu, seandainya engkau berdoa kepada Allah Ta’ala supaya Allah menyembuhkanmu?” Kata Nabi Ayyub a.s. kepada Siti Rahmah: “Berapa lamakah kita telah hidup senang?” Kata Siti Rahmah:”Delapanpuluh tahun.” Kata Nabi Ayyub a.s.: “Sesungguhnya saya berasa malu kepada Allah Ta’ala, untuk meminta kepada- Nya, sebab waktu cobaan-Nya belumlah memadai dibandingkan masa senangku.”


Pada ketika dibadan Nabi Ayyub a.s. sudah tidak ada lagi daging yang akan dimakan, maka ulat-ulat itu saling memakan diantara mereka, hingga akhirnya tinggal dua ekor ulat , yang selalu berkeliaran dibadan Nabi Ayyub a.s. dalam usaha mencari makandaging, tidak mereka dapatkan kecuali hati dan lidahnya. Maka yang satu pergi kehati dan memakan hatinya dan yang lainnya pergi kelidah dan menggigitnya.

Disaat itulah Nabi Ayyub a.s.berdoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya aku telah ditimpa bahaya yang dahsyat, sedang engkau Dzat yang Maha Pengasih.” Hal ini tidaklah termasuk dalam katagori keluh-kesah dan tidak pula dia berart
i keluar dari golongan orang yang sabar. Oleh kerana itu Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya dia Kami dapatkan sebagai orang yang sabar.”Kerana sesungguhnya Nabi Ayyub a.s. itu tidak bersusah hati terhadap hartanya dan anak-anaknya yang telah hilang musnah, bahkan dia merasa susah kerana cemas terputus dari syukur dan berzikir kepada Allah Ta’ala. Maka seakan-akan dia berkata: “Tuhanku aku bersabar atas segala percobaan-Mu selama hatiku masih sibuk untuk bersyukur kepada -Mu dan lidahku masih dapat berdzikir kepada-Mu, dan apabila keduanya itu telah rosak (hilang) daripadaku, bererti terputuslah cintaku dan dzikirku pada-Mu. Maka aku menjadi tidak bersabar terhadap terputusnya keduanya itu, sedangkan Engkau Dzat yang Maha Pengasih lagi Penyayang.”

Kemudian Allah Ta’ala memberikan wahyu kepadanya: “Wahai Ayyub, lidah, hati dan ulat adalah milik-Ku, sedangkan rasa sakitpun milik-Ku, apakah ertinya susah?”Diterangkannya pula: “Bahawa Allah Ta’ala memberikan wahyu kepadanya:”Sesungguhnya ada 70 orang Nabi yang meminta, seperti halmu ini daripada-Ku, dan Aku hanya m
emilih engkau sebagai tambahan kemuliaanmu,dan ini hanya bentuk lahirnya saja bencana, akan tetapi hakikatnya adalah cinta-kasih.”

Dan sesungguhnya Nabi Ayyub a.s. merasa susah, kalau hati dan lidahnya dimakan ulat, kerana dia selalu sibuk bertafakkur dan berdzikir kepada Allah Ta’ala, kalau keduanya dimakan, maka dia tidak dapat lagi untuk bertafakkur dan berdzikir kepada-Nya. Lalu Allah Ta’ala menjatuhkan kedua ulat itu dari diri Nabi Ayyub a.s. maka yang satu jatuh di air, kelak menjadi lintah yang dapat menyebabkan orang sakit kekurangan darah, dan yang satu lagi jatuh di darat yang kelak menjadi lebah, yang mengeluarkan madu yang mengandungi obat untuk manusia.

Kemudian datanglah Mal
aikat Jibril a.s., dengan membawa dua buah delima surga. Kata Nabi Ayyub a.s.: “Ya Jibril, apakah Tuhanku masih ingat kepadaku?” Kata Jibril: “Ya, dan Dia mengirimkan salam kepadamu, serta menyuruhmu memakan kedua buah delima ini, maka akan sembuh normal daging dan tubuhmu.”

Ketika Nabi Ayyub a.s. memakan kedua delima itu, Jibril a.s. berkata: “Berdirilah dengan izin Allah!”Maka Nabi Ayyub a.s. pun berdiri.Jibril berkata lagi: “Berjalanlah dengan kedua kakimu.” Maka Nabi Ayyub a.s. memukul kakinya yang kanan ke tanah, sehingga keluarlah air hangat dan dia lalu mandi dengan air itu, kemudian dari kakinya yang kiri terpancarlah air dingin, sehingga ia minum dari air tersebut.Kemudian hilanglah segala penyakitnya, baik yang dibahagian luar maupun dibahagian dalam. Dan tubuhnya menjadi lebih gagah tegap dari semula,wajahnya lebih bersinar daripada bulan purnama.

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: ” Bersabar satu saat terhadap satu bencana, itu lebih baik daripada beribadah satu tahun.”

Catatan: gambar dimaksudkan hanya sebagai ilustrasi saja.
[Rujukan:Durratun Nasihin, oleh Usman Alkhaibawi]

di copas dari sini

Agustus 06, 2009

Profil Fesbuk "cuek is the best"

Anda narsis?
Profil Anda di Facebook bisa mencerminkan seberapa narsisnya Anda. Kok bisa? Ilmuwan di University of Georgia menyebarkan tes kuesioner kepribadian ke sekitar 130 pengguna Facebook dan menganalisa konten profil mereka. Dari situ bisa diketahui seberapa narsisnya mereka dan tingkat egonya. Hasil detailnya dipublikasikan di edisi Oktober Personality and Social Psychology Bulletin.

Narsis Merugikan

Para peneliti mengatakan bahwa jumlah pesan dan postingan di halaman mereka sangat berkorelasi dengan seberapa narsisnya mereka. Pimpinan studi Laura Buffardi Ph.D, mengatakan bahwa ini setara dengan seberapa narsisnya mereka di dunia nyata.
Orang yang narsis di Facebook bisa ditandai dengan tampilan yang glamour pada foto diri utama mereka.

“Kami temukan bahwa orang yang narsis menggunakan Facebook sebagai promosi diri sendiri agar dikenal oleh orang lain,” jelas Buffardi.
Narsisme menghalangi kemampuan seseorang dari relasi pertemanan yang sehat, dan hubungan jangka panjang, menurut rekan Buffardi, W. Keith Campbell. Di studi terdulu, ilmuwan menemukan bahwa halaman personal Web sangat popular di kalangan kaum narsis, namun bukan berarti semua pengguna Facebook adalah narsis.
“Orang narsis bisa jadi terlihat sangat menarik, tapi mereka biasanya merasa lebih hebat dari rang lain. Mereka suka melukai orang lain di sekitarnya,” ujar Campbell.


Diterjemahkan secara bebas dari LiveScience.
Sumber asli
disini

Agustus 05, 2009

Kahanan Jati

Rehning ana kahanan jati, mula iya ana kahanan kang ora jati.
Isen-isening alam sak kutu-kutu walang ataga, kaya: gunung, bumi, srengenge, lintang, rembulan, manungsa, kewan, tetuwuhan; sarehne tinemune nalar maune ora ana, dadi kabeh mau satemene yo ora ana, mung: kadadeyan. Ora temen ana, utawa: kahanan gorohan.

ORA ANA APA-APA, MUNG ALLAH KANG ANA, YAIKU KANG ANA SABENER-BENERE.
KASEBUT: KAHANAN JATI, TEGESE: KANG TEMEN ANANE.

Tresna marang kahanan ndonya iku padhane nubruk ayang-ayangan, mangsa kenoa dicekel jer anane ora temenan. Kepencut marang kahanan ndonya iku kayadene mbungahi urubing kembang api: abang-ijo-kuning, tuwas dibungahi utawa anggone mbungahi kepati-pati jebul ilang tanpa lari.

Donya iku dalan, iya kudu diambah apa mesthine, nanging dudu samesthine yen dirungkebana.
Sing sapa ngambah dalan, kudu sumurup yen kang ana ing sangarepe iku sanajan diparanana, mung bakal diliwati bae.

Juli 03, 2009

ASTANGA YOGA


I. YAMA (Pengekangan Diri)
a. Ahimsa
Berarti tidak menyakiti atau melukai perasaan orang lain baik melalui pikiran, perkataan maupun tingkah laku. Dengan demikian maka orang harus memperhatikan dan mengendalikan tingkah lakunya dengan seksama agar pikiran, perkataan dan perbuatannya tidak menyakiti orang lain dan tidak berlaku tidak adil terhadap siapapun juga. Setiap pikiran atau perbuatan yang tujuannya menyakiti orang lain maka hal itu disebut himsa.
b. Satya
Yaitu gerak pikiran yang patut diambil untuk menuju kebenaran yang dalam prakteknya meliputi penggunaan kata-kata yang tepat dan dilandasi kebijakan untuk mencapai kebaikan bersama. Jadi satyam tidak dapat diartikan sebagai benar atau kebenaran, dalam pelaksanaannya harus mempertimbangkan berbagai faktor situasi yang bersifat relatif walaupun yang dituju pada akhimya adalah kebenaran mutlak didalam penyatuan dengan Paramabrahma. Dijalan spiritual inilah pikiran, perkataan dan perbuatan yang sedemikian bertenggang rasa itu disebut satya.

c. Asetya
Artinya tidak mencuri, tidak mengambil atau tidak mengakui kepunyaan orang lain.
d. Brahmacarya
Maksudnya tetap melekat kepada Brahma. Tujuannya adalah berusaha memandang dan memperlakukan benda-benda kasar yang dihadapi sebagai manifestasi dari Brahma dan bukan semata-mata dipandang hanya sebagai bentuk fisik saja.
e. Aparigraha
Pengendalian subyektifitas terhadap benda-benda kesenangan dilakukan dengan Brahmacarya, sedangkan pengendalian obyektifitas dilakukan dengan Aparigraha. Maksudnya adalah tidak berlebihan dalam menikmati benda kesenangan untuk mempertahankan kehidupan.

II. NIYAMA (Pengamatan)
Fase permulaan dalam kebaktian Yoga adalah melaksanakan Yama dan pada bagian ini yang terpenting adalah Brahmacarya. Prinsip ini merupakan yang terutama dari keempat prinsip yang lain dalam Yama Sadhana. Sedangkan dalam Niyama Sadhana prinsip yang terpenting adalah lisvarapranidhana.
a. Shaoca
Artinya kebersihan, kemurnian dan kesucian yang meliputi lahiriah dan rohaniah. Keadaan yang menyebabkan terjadinya kerusakan jiwa ini tidak lain dari kekotoran dan kekeruhan pikiran. Karena itu hanya pengabdian yang tanpa egoisme dan melihat dunia ini dengan kesadaran kosmis saja yang dapat mengarahkan orang kepada kemantapan Shaoca mental. Kegiatan ini merupakan kebalikan dari kegiatan untuk kepentingan diri sendiri.
b. Santosa
Adalah suatu keadaan yang menyenangkan dan wajar, yang tanpa tekanan dan kepura¬-puraan. Keadaan ini dicapai atas dasar pengertian bahwa kepuasan kesenangan tidak akan bisa diperoleh dengan jalan mengikuti dorongan-dorongan naluriah seperti yang terjadi pada hewan. Kebahagiaan abadi tidak akan didapatkan dari benda-benda yang sifatnya terbatas.
c. Tapah
Yaitu melakukan usaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai suatu tujuan. Disini pengetahuan dan pikiran analitis mempunyai peran yang sangat penting, karena dengan demikian langkah spiritual itu akan mempunyai arah yang benar dan konsisten dalam menuju ke pembebasan jiwa.
d. Svadhyaya
Memahami dengan sebaik-baiknya setiap permasalahan kerohanian disebut Svadhyaya. Jadi tidak hanya sekedar mengerti permasalahannya hanya dengan membaca atau mendengar dari Kitab Suci saja, tetapi juga harus memahami kepetingannya, mengetahui ide dasar yang tersembunyi didalamnya dan jauh lebih kedalam lagi. Sedangkan untuk dapat memahami arti yang lebih mendalam dari ayat-ayat Kitab Suci pertama-tama harus dicari ide dasar yang luhur yang terbebas dari kepentingan ego. Apabila ide dasar yang demikian itu gagal dipahami maka semangatnya yang sejati pasti tidak akan dapat terungkapkan.
e. Iisvarapranidhana
lisvara artinya pengendali alam semesta, Dia itulah Tuhan Yang Maha Esa, Pranidhana artinya memahami dengan sebaik-baiknya atau menjadikan sesuatu itu tempat berlindung. Jodi lisvarapranidhana berarti menyatukan diri dengan arah gelombang pikiran kosmis atau dengan kata lain menerima lisvara sebagai satu-satunya panutan untuk mendapatkan kehidupan kekal.

III. ASANA (Sikap Tubuh)
Semula ada 84 lakh (8.400.000) yang mewakili gerakan dari seluruh makhluk hidup yang terdapat di dunia ini, dan diantaranya ada 84 macam yang dianggap paling baik. Kemudian dari 84 macam itu diantaranya terdapat 32 macam sikap tubuh yang menurut kegunaannya dapat dibedakan menjadi:
a. Untuk Japa dan Dhyana
Menurut para Rishi dan para waskita jaman dahulu menganggap bahwa asana yang paling cocok digunakan untuk melakukan Japa dan Dhyana adalah: Padmasana, Sidhasana, Swastikasana dan Sukhasana.
b. Untuk membangun Kundalini
Yang terutama adalah Sirshasana, Sarvangasana, Matsyasana dan Ardha Matsyendrasana. Sebelum membangun Kundalini ini seseorang terlebih dahulu harus mempunyai kebersihan badan, kebersihan nadis, kebersihan cipta dan kebersihan pikiran. Untuk membersihkan badan ada enam macam latihan (Shat Kriyas) yaitu: Dhauti, Basti, Neti, Nauli, Tratak dan Kapalabhakti. Kemudian untuk membangun Kundalini dapat pula ditunjang dengan melakukan Mudras dan Bandhas (sikap badan yang tertentu) yang dalam Gerandha Samhita disebutkan ada 25 macam, namun yang terpenting ada 12 macam yaitu: Mula Bandha, Jalandhara Bandha, Uddiyana Bandha, Maha Mudra, Maha Bandha, Maha Veda, Yoga Mudra, Vipareethakarani Mudra, Kechari Mudra, Vajroli Mudra, Shakti Chalan Mudra dan Yoni Mudra.
c. Asana-asana yang lain berguna bagi kesehatan.

IV. PRANAYAMA (Pengaturan Nafas)
Prana ialah seluruh tenaga yang berwujud dalam alam ini. Prana itu kekuatan hidup Sukhsma (halus). Sedangkan Nafas ialah penjelmaannya Prana yang berwujud diluar. Tempat kedudukan Prana adalah Jantung. Dalam Pranayama ada berbagai macam latihan untuk mencocokkan resam tubuh, perangai dan maksud yaitu: bernafas dalam/panjang, Sukh Purvak (ringan senang), Pranayama waktu berjalan, Pranayama waktu Meditasi, nafas ritmik/berirama, Suryabedha, Sitkari, Bhastrika, Murcha, Ujjayi, Sitali, Bhramari, Plavini, Kevala Kumbhak dan lain-lainnya.
Sebelum melatih Pranayama terlebih dahulu harus membersihkan nadi-nadi (yaitu dengan Samanu dan Nirmanu) karena hanya dengan demikian saja yang mendapat kefaedahan besar dari Pranayama. Tujuan Pranayama sebenarnya adalah untuk mengawasi akal dan pikiran agar manusia dapat mengatasi keadaannya, perangainya dan dengan sadar dapat menyelaraskan hidup pribadinya dengan hidup alam.

V. PRATYAHARA (Penarikan Indera)
Penarikan indera dari obyek-obyeknya adalah dimaksudkan untuk menjadikan pikiran benar-¬benar tertutup bagi rangsangan yang dari luar. Seorang Yogi harus dapat menjadikan hatinya sendiri sebagai biara dan setiap saat is harus mengasingkan diri didalam biara itu.

VI. DHARANA (Kosentrasi)
Pikiran pertama-tama dikaitkan dengan suatu obyek agar supaya menetap dan tidak bergerak, yang paling baik jika Citta dipusatkan pada tubuhnya sendiri, atau kepada penjelmaan Tuhan. Dengan demikian agar orang kehilangan keinginannya kepada landasan yang lain. Inilah suatu wujud dari proses kebatinan dimana segala indera pada tingkatan ini telah dilucuti.

VII. DHYANA (Meditasi)
Ditimbulkan oleh Dharana karena Citta yang telah tidak diganggu oleh pikiran-pikiran lain kecuali obyek yang telah menjadi sasarannya lalu digunakan untuk merenungkan kebenaran ajaran Yoga, dan kemudian akan mencapai puncaknya dalam Samadhi.

VIII. SAMADHI (Tafakur)
Pemusatan pikiran menjadi demikian mendalam sehingga obyek permenungan menarik segala perhatian dan Citta menjadi abstrak, menjadi seolah-olah kosong dari dirinya sendiri. Inilah keadaan dimana hubungan dengan dunia luar telah dipatahkan. Purusha menerima status dan kedudukannya yang semula. Disini tabiat kemanusiaan yang biasa telah ditinggalkan dan Sang Yogi dinaikkan kepada keberadaan yang lebih tinggi. Ada dua tahapan dalam Samadhi yaitu:
1. Samprajnata Samadhi
Yaitu samadhi yang masih berbiji. Pada tahapan ini Samadhi masih belum sempurna, dimana Citta masih berfungsi. Citta adalah merupakan gabungan antara Budhi (intelegensia), Ahamkara (asas individuasi) dan Manas (akal). Citta dipandang sebagai hasil pertama dari perkembangan Prakrti (asas kebendaan) dan didalam Citta inilah Purusha dipantulkan dan melalui aktifitas Citta ini pula Purusha nampak bertindak, bergirang dan menderita. Demikianlah perputaran Samsara berkembang sehingga manusia secara tidak sadar selalu ditaklukkan oleh lima Klesa (godaan atau siksaan yang asasi) yang terdiri dari:
• Awidya (ketidaktahuan)
• Asmita (yaitu sangka diri yang salah yang menyamakan Purusha dengan Citta, dengan tubuh atau dengan yang lainnya).
• Raga (terikat pada nafsu)
• Dwesa (keengganan untuk menderita)
• Abhiniwesa (keinginan hidup)
Dalam tingkatan ini seorang Yogi harus berusaha agar kebenaran yang masih menjadi obyek yang dikenal melalui perantaraan itu diubah menjadi intuisi yang langsung. Sekalipun Sang Yogi telah dihisabkan kedalam permenungan tetapi ia masih sadar bahwa ia mendapat pengetahuan yang dapat membedakan antara Purusha dan Prakrti.
2. Asamprajnata Samadhi
Yaitu samadhi tak berbiji, dimana dalam tahap ini kesadaran telah hilang dan Citta berhenti berfungsi. Sang Yogi menjadi lupa akan segala sesuatu tentang dunia ini, bahkan lupa akan dirinya sendiri sebagai individu. Ini bukan berarti bahwa yang ada hanyalah kekosongan saja, karena Purusha masih tetap ada akan tetapi sekarang dalam keadaan yang berdiri sendiri dalam menikmati Kaivalyanya (kebebasannya yang mutlak). la menyinarkan sinarnya tanpa ada yang mengeruhkannya.
Inilah tujuan Yoga (jalan panunggalan) yang terakhir.